Paspor 109 CJH Palopo Beres, 12 CJH Luwu Gagal Berangkat – FAJAR sulsel
News

Paspor 109 CJH Palopo Beres, 12 CJH Luwu Gagal Berangkat

PALOPO — Tahapan demi tahapan untuk melengkapi persyaratan menjelang keberangkatan haji terus bergulir. Di Kota Palopo, paspor 109 calon jemaah haji asal kota idaman sudah beres. Tahap selanjutnya adalah pengurusan visa.

Demikian diungkapkan Kasi Urusan Haji dan Umrah Kemenag Palopo, Nurul Haq, kepada Palopo Pos, Kamis 6 Juli 2017, kemarin.
Paspor mereka sudah terkumpul dan dikirim ke kanwil untuk diserahkan ke pusat. Setelah itu, kemenag pusat memproses pembuatan visa.

Setelah jadi, visa akan ditempel di paspor jemaah, lalu kembali diserahkan kepada pemiliknya setelah berada di asrama haji. Dokumen perjalanan itu harus dibawa ke mana pun. ”Jangan sampai ditinggal di hotel atau kehilangan benda tersebut. Maka, harus hati-hati,” ujarnya.

Menurut dia, paspor dan lembar pelunasan harus dikumpulkan untuk pengajuan visa. Lembar pelunasan didapatkan calon jamaah haji setelah melakukan pembayaran BPIH. ”Kini tinggal pengurusan visa saja,” tambah dia.
Selain itu, jemaah haji Palopo rencananya akan melakukan manasik haji tanggal 10 Juli 2017 di Wara.

GAGAL BERANGKAT

Kementerian Agama Kabupaten Luwu sebagai penyelenggara haji akan menggelar manasik haji, pascapara calon jemaah haji (CJH) secara keseluruhan telah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Demikian diungkapkan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Luwu, Drs HM Jufri MA, kepada Palopo Pos, Kamis 7 Juli 2017, kemarin. “Mulai pekan ini kita sudah memulai manasik haji. Pelaksanaan manasik haji ini dilakukan beberapa kali untuk memantapkan CJH menghadapi pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya di Mekkah,” ungkap HM Jufri.

M Jufri mengatakan, untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini patut bersyukur, karena disamping kuota kembali normal menjadi 271 orang, Kabupaten Luwu mendapat penambahan jatah sebanyak 3 kursi. Sehingga, total yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 274 orang. ”Di luar petugas TPHD dan Ketua Kloter,” ungkapnya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Luwu, Dr HM Rusdi Hasyim, M.Ag, kepada harian ini mengatakan, para CJH Luwu telah melakukan pelunasan. Namun, pada terakhir proses pelunasan BPIH, ternyata ada 12 orang yang tidak melunasi BPIH mereka sehingga dipastikan gagal berangkat tahun ini.

Besaran BPIH tahun ini tidak lagi dalam besaran dollar tetapi sudah rupiah, yakni sebesar Rp38,9 juta lebih. Dari 274 orang ini, ternyata ada 12 orang yang tidak melunasi dengan berbagai alasan, seperti hamil, sakit dan lain-lain.

Sehingga mereka tidak akan diberangkatkan, dan posisinya digantikan dengan CJH prioritas, seperti Lansia, atau CJH yang menggabungkan anggota keluarga.

274 CJH Kabupaten Luwu sendiri masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan dengan kelompok terbang (Kloter) ke-33 yang bergabung dengan daerah lain. CJH Luwu akan diberangkatkan dari Ibukota Belopa tanggal 23 Agustus 2017 mendatang, dan harus masukdiasrama haji tanggal 24 Agutus dan akan diterbangkan ke Jeddah pada tanggal 25 Agustus sekira pukul 03.00 WITA dari Embarkasi Hasanuddin.

Untuk diketahui, informasi dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, untuk embarkasi Makassar pada musim haji tahun 2017 akan memberangkatkan sebanyak 15.911 orang CJH. Dengan rincian CJH dengan kuota pemberangkatan untuk Sulsel sebanyak 7.296 orang, Papua Barat 725, Papua 1.080, Sulbar 1.458, Maluku Utara 1.080, Maluku 1.090 orang, Sulawesi Tenggara 2.026, Gorontalo 981, berikut petugas kloter terdiri dari Tim Pembimbing Haji Indonesia, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia, serta Tim Kesehatan Haji Indonesia.

Diketahui, pelaksanaan haji tahun lalu untuk Embarkasi Makassar jumlah kloter sebanyak 27 Kloter dari delapan provinsi di Wilayah Timur Indonesia. Kemudian Kemenag RI menambah jumlah kloter tersebut menjadi 35 kloter. Hal ini dikarenakan Kerajaan Arab Saudi menambah kouta haji menjadi 221 ribu orang jamaah untuk berhaji tahun ini.

Dari Jakarta dilaporkan, kementerian Agama RI terus melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1438 H/2017 M.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan persiapan penyediaan layanan di Arab Saudi sudah hampir 100 persen. Karenanya, Kemenag kini fokus pada penyiapan layanan di dalam negeri, utamanya terkait dokumen perjalanan.

“Berdasarkan laporan beberapa hari lalu, paspor sudah lebih dari 65 persen. Tapi, sudah ada daerah yang beres urusan paspornya,” ujar Menag di sela-sela Halal Bihalal Kemenag, di Jakarta, Senin 3 Juli 2017, lalu.

Tentang visa jemaah, Menag menjelaskan bahwa proses penyiapannya terkait juga dengan proses yang ada di Kementerian Haji dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Menurutnya, penyiapan visa menjadi bagian dari sistem e-hajj yang dikembangkan Pemerintah Arab Saudi. “Mudah-mudahan sistemnya sudah bisa dibuka sehingga dengan cepat kita bisa mengakses sistem e-hajj mereka sehingga pemprosesan bisa dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa masih ada waktu sekitar 2 sampai 3 pekan ke depan sampai dengan pemberangkatan kloter pertama. Jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan mulai berangkat ke Madinah pada 28 Juli 2017. Sedangkan jemaah haji gelombang kedua dijadwalkan mulai tiba di Makkah pada 6 Agustus 2017.
Dilansir dari laman kemenag.go.id, puncak haji wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 31 Agustus 2017. Dengan demikian, jemaah haji akan mulai berada di Mina sejak 1 September 2017.(rm-and/ary)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top