Pembatasan PSB SD Rugikan Siswa – FAJAR sulsel
News

Pembatasan PSB SD Rugikan Siswa

SUKAMAJU — Orangtua siswa SDN 162 Desa Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju mengeluhkan adanya pembatasan penerimaan siswa baru (PSB) yang diberlakukan di sekolah tersebut.

Hal tersebut dipertanyakan Burhan mengenai pembatasan penerimaan siswa baru yang dilakukan oleh pihak sekolah.
Pasalnaya, akibat dari pembatasan siswa tersebut, sejumlah anak di Desa Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju, terancam tidak dapat mengenyam pendidikan dasar 9 tahun.

“Inikan haknya kami sebagai masyarakat untuk menyekolahkan anak kita, kenapa mau dibatasi kalau ada yang mau mendaftar, harusnya sekolah itu mengkondisikan keadaan, jangan terlalu ikut peraturan, sementara kita masyarakat dirugikan.

Saya heran waktu saya daftar anakku, mereka mengatakan (pihak sekolah), tidak dapat diterima, soalnya pendaftaran sudah ditutup, kami sangat kecewa,” jelas Burhan, Kamis 6 Juli 2017.

Selain itu, sebut Burhan, juga ada dugaan diskriminasi dalam penerimaan siswa baru di sekolah itu. Makanya diharapkan dinas terkait melakukan pemantauan langsung ke sekokah.

“Yang didahulukan diterima anak-anaknya yang dekat dengan guru-guru. Sementara kita belum apa-apa sudah ditolak,” protes burhan.

Pembatasan penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017/2018, juga dilakukan di SDN 161 Desa Lampuawa, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Luwu Utara, Sudirman Salomba saat rapat dengar pendapat bersama dengan Dinas Pendidikan Luwu Utara di ruang komisi III.

Dalam rapat tersebut, Sudirman mengatakan bukan hanya warga Desa Minanga Tallu yang mengeluhkan pembatasan penerimaan siswa baru, tapi juga sejumlah masyarakat di Desa Lampuawa.

Terkait dengan pembatasan penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017/2018, Kepala SDN 162 Minanga Tallu, Irin Subekti, S.Pd beserta Kepala SDN 161 Lampuawa, saat ditemui di kantor DPRD Luwu Utara seusai rapat dengar pendapat bersama Komisi III dan Dinas Pendidikan mengatakan, melakukan pembatasan penerimaan siswa dengan alasan disesuaikan dengan Permendikbud.

“Lantaran tidak cukupnya ruangan belajar, makanya kita batasi penerimaan. Kita juga melakukan itu sesuai peraturan Permendikbud,” jelasnya. (mah/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top