Warga Mantadulu Gugat PTPN XIV – FAJAR sulsel
News

Warga Mantadulu Gugat PTPN XIV

MALILI – Warga Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona, Luwu Timur, melalui kuasa hukumnya Basnar, SH secara resmi memasukkan gugatannya di Pengadilan Negeri (PN) Luwu Timur.

Gugatan tersebut ditujukan kepada pihak XIV PKS II Malili dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur terkait soal kepemilikan lahan yang saat ini menjadi perkebunan kelapa sawit milik PTPN XIV PKS II.Gugatan tersebut diterima pihak PN Malili, Kamis 6 Juli 2017 dengan nomor perkara 34 /pdt. G/2017 PN Malili.

Dalam gugatan tersebut, kuasa hukum warga Desa Mantadulu, Basnar yang dikonfirmasi Palopo Pos, Jumat 7 Juli 2017 mengaku membawa sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) yang lahannya dikuasai pihak perusahaan. Dimana lahan tersebut memiliki luas kurang lebih 570 hektar.”Secara resmi kami sudah masukan gugatan terhadap pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pemerintah daerah juga kami gugat.

“kata Basnar Dikatakan Basnar, persoalan lahan yang dikuasai pihak PTPN sudah lama dimediasi oleh pemerintah daerah. Hanya saja persolan ini tidak bergeming atau jalan di tempat. Bahkan pada tahun 2012 lalu, warga sempat masuk ke dalam lahan tersebut. Namun, salah seorang warga terkena tembakan dari petugas kepolisian yang berjaga di PTPN XIV PKS II.

Ini juga alasan Basnar kuasa hukum masyarakat menggugat pemerintah daerah Luwu Timur. Pasalnya, sejak dulu Pemkab Luwu Timur memediasi kejadian ini, dengan mengambil 79 sertifikat warga, tetapi hingga saat ini belum juga dipulangkan.

“Lebih baik persoalan ini kami larikan kerana hukum, dengan tujuan, agar tidak mengulangi kejadian penembakan terhadap masyarakat pada tahun 2012 lalu,” tegas Basnar kemarin.

Ia menambahkan, dalam gugatan tersebut pihaknya menuntut kerugian warga. Mulai dari kerugian materil dan immateril. Untuk kerugian materil masyarakat menuntut kerugian sebesar Rp837 Miliar dan immateril sebanyak Rp20 Miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan (PN) Malili, Khaerul, SH yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima gugatan masyarakat. Dikatakan Khaerul, yang digugat adalah lahan yang saat ini menjadi perkebunan kelapa sawit milik PTPN XIV PKS II. Selain pihak perusahaan, Khaerul juga mengaku menerima gugatan yang ditujukan terhadap Pemkab Luwu Timur dengan nomor perkara 34 /pdt. G/2017 PN Malili.

Lahan tersebut memiliki luas kurang lebih 570 hektar, dan warga Desa Mantadulu memiliki pegangan berupa sertifikat tanah dan surat kepemilikan tanah (SKT). Dalam gugatan itu PTPN XIV PKS II mengelolah lahan tersebut pada tahun 1994 lalu.

“Menurut kuasa hukum dari warga Desa Mantadulu, ini masi gelombang pertama sebanyak 300 orang yang diwakili, sedangkan jumlah warga sebanyak 1000 lebih,” ungkap Khaerul.
Khaerul menambahkan, bahwa pekan depan tepatnya pada Kamis 13 Juli 2017 mendatang. Sidang perdana terkait masalah tersebut akan digelar.(krm/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top