Kapolres Diminta Proses Oknum Polisi Nyambi Jadi Debt Kolektor – FAJAR sulsel
News

Kapolres Diminta Proses Oknum Polisi Nyambi Jadi Debt Kolektor

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Munir warga asal Desa Karama,Kecamatan Rilau Ale, meminta Polres Bulukumba, segera memproses kasus dugaan perampasan mobil, yang dilakukan oknum polisi, Bripka Aswar.

Kepada Radar Selatan, Munir mengaku telah melaporkan kejadian yang menimpanya sejak 19 Juni 2017 lalu. Pelaporan tersebut, lantaran mobil dengan merek Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi KT 8258 LJ, dirampas saat dikendarai keluarga dan sang istri di poros Bulukumba-Sinjai, tepatnya di Desa Bulo-bulo. Dari keterangan keluarganya, saat kejadian oknum polisi tersebut bersama seorang temannya mengendarai mobil Avanza Silver tanpa nomor polisi.

” Jadi saat diambil itu mobil, tidak ada surat perintah. Baik dari perusahaan lising (Pembiayaan) dan kepolisian. Bahkan keluarga saya diancam gunakan dobel stik,”jelasnya.

Dia menambahkan, yang menjadi tuntutan pihaknya karena di dalam kendaraan tersebut terdapat, sejumlah barang berharga yang menjadi hak dirinya, seperti surat-surat ternak sapi dilengkapi keterangan pengantar.

“Setau saya polisi tidak bisa jadi Debt kolektor. Belum lagi hak saya diatas mobil dibawa pergi. Tidak tau sekarang mobil itu dimana. Jadi ini mobil milik saudara saya di Kalimantan, itu mobil jaminan milik orang yang berhutang ke kakak saya. Karena tidak terpakai makanya di bawa ke Bulukumba. Saya minta pak Kapolres usut tuntas kasus ini,”desaknya.

LANJUT RADAR SELATAN

loading...
Click to comment
To Top