Proyek Jembatan Wotu Diduga Asal Jadi – FAJAR sulsel
News

Proyek Jembatan Wotu Diduga Asal Jadi

WOTU – Aroma dugaan korupsi pada pembangunan jembatan tahun anggaran 2016 di Kabupaten Luwu Timur makin menyengat. Pasalnya, pelaksaan pekerjaan tersebut terkesan dilakukan asal jadi.

Pantauan Palopo Pos menyebutkan, terdapat tujuh titik pekerjaan yang tersebar di kabupaten Luwu Timur, dengan hitungan yang sama yakni, bobot volume panjang 100 meter dengan luas kurang lebih 2 meter.

Namun disayangkan hasil pekerjaan ini tidak sesuai dengan harapan seperti di wilayah Kecamatan Wotu tepatnya di Dusun Saloanna, Desa Bawalipu Luwu Timur.

Informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan ini berbahan dasar kayu dengan berbagai jenis macam kayu olahan diduga berkelas kualitas nomor 2, sementara konstruksinya diduga asal jadi dan tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Tak hanya itu, dalam proses pelaksanaan pihak rekanan diduga sengaja tidak membangun Direksi Keet sebagai tempat ruang informasi, dan plan proyek begitu pula plan proyek.
Buruk rupa terlihat pada bahagian jembatan jenis kayu bisa yang terlihat sudah lapuk.

Di lokasi ini, terdapat pula saluran air yang tidak selesai dikerjakan sehingga terbengkalai sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Sementara hasil penelusuran melalui data base pada LPSE Provinsi Sulawesi Selatan merangkum, nama lelang pada proyek ini yakni, Peningkatan D.I.T Wotu Luwu Timur dengan kategori, pekerjaan Kontruksi, oleh Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan satuan kerja, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Untuk besaran pagu anggaran yang ditelan pada proyek tersebut sebesar Rp7.570.850.000 bersumber APBD tingkat 1.
Alhasil, pekerjaan tersebut dimenangkan PT Karya Kembar beralamat Jl Jenderal Sudirman No.104 Kab Pinrang, dengan harga penawaran sebesar Rp6.052.520.000.

Amburadulnya proyek tersebut, Azis selaku pengawas proyek ini berkelit saat dikonfirmasi melalui via telepon genggamnya, baru-baru ini.

“Kayu yang digunakan benar kayu kaloju, mata kucing dan tidak ada kayu biasa, bahkan tidak ada kayu lapuk yang digunakan di jembatan itu pak, ada pun kayu biasa ada beberapa lembar, itu pun saya bawa pulang,” ujar Azis.

Lanjutnya, bahwa sepanjang satu kilo pembangunan saluran air tidak dikerjakan, Azis juga menyebut nama perusahaan PT Karya Kembar dan nama pemilik perusahaan adalah Andi Sahar, yang beralamat di Makassar.

Kata Azis, penanggung jawab perusahaan adalah Yudi, dari kedua nama itu kami belum dapat diketahui siapa penanggungjawab PT Karya Kembar yang sebenarnya.

“Anggaran tersebut dikurangi karena ada pekerjaan sebagian yang dikurangi dan saya tidak tahu aturan sepenuhnya,” jelas Azis.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengaku akan segera menyikapinya.

“Atas nama Pemkab Lutim persoalaan ini,segera kami akan menyikapi,” ujar orang nomor dua di Bumi Batara Guru ini.
Lanjutnya, pada prinsipnya, pekerjaan yang tidak sesuai bestek akan kami segera akan ambil tindakan dan melakukan koordinasi dengan pihak dinas terkait PSDA di Provinsi atas pekerjaan tersebut, apalagi ini kegiatan di wilayah kami dan sudah pasti pemanfaatannya akan merugikan masyarakat kami di Luwu Timur,” tandas Irwan. (mg10/rhm)

LANJUT PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top