Kantong Sedekah dan Sedekah Air Yayasan Peduli Sesama Umat

Senin, 22 Juni 2020 14:22
Belum ada gambar

Beberapa orang terlihat tengah mengambil kantongan berisi kebutuhan pokok. Kantong-kantong ini digantung di dipagar rumah milik Siti Mauludan.

Ditengah penurunan ekonomi, masih banyak dermawan yang ingin berbagi. Namun kali ini, Yayasan Peduli Sesama Umat berbagi dengan cara unik. Bahan yang ingin dibagikan digantung dipagar rumah, yang butuh bisa mengambil dan bawa pulang seperlunya.

LAPORAN: DEWI SARTIKA MAHMUD

FAJAR.CO.ID — Jejeran kantong plastik, terlihat tergantung dihalaman sebuah rumah yang terletak di Toddopuli VII. Isinya ada sayuran, mie instan dan adapula yang isinya berupa kue dan nasi kuning.

Kantong-kantong ini terlihat digantung seusai sholat subuh. Diinisiasi oleh Yayasan Peduli Sesama Umat, siapapun warga yang melintas dan merasa butuh, boleh mengambilnya secara gratis. Namun jangan serakah, sesuai kebutuhan saja. Rata-rata satu orang yang melintas, mengambil satu.

Dibalik gantungan kantong-gantong sedekah ini, sosok perempuan paruh baya, namanya Siti Mauludan yang menginisiasi kantong sedekah ini. Bersama rekannya para majelis taklim, dan relawan yang merupakan warga sekitar, penuh keikhlasan ia lakukan kegiatan tersebut. Setiap hari.

“Alhamdulillah kadang ada juga masyarakat yang datang tapi tidak mengambil justru ia malah menambah isi dari kantong tersebut,”tutur perempuan berjilbab ini.

Siti Mauludan bercerita, jika pagar rumah yang digantungi tersebut adalah rumahnya. Awal mula ide untuk membuat kantong sedekah, berawal saat dirinya dan oendiro Yayasan, Gunawan ingin berbagi dengan spontan saat pertama munculnya Covid-19 di Makassar.

Namun karena ia takut keluar rumah, sehingga ia punya ide bagaimana jika ia gantungkan saja kebutuhan pokok didepan pagar rumahnya. Kemudian ia buat spanduk yang bertuliskan “Kantong Sedekah, boleh diambil bagi yang membutuhkan”.

Awalnya hanya beberapa kantong, ternyata banyak yang dirasa butuh dan tidak kebagian. Sehingga bersama Yayasan Peduli Sesama Umat ia mulailah menambah hingga 80-an kantong perhari.

“Meskipun itu sebatas kemampuan dana, namun masih banyak masyarakat yang membutuhkan langsung. Utamanya di sekitar tempat tinggal saya, terutama disawah-sawah belakang rumah arah Toddopuli,”tutur perempuan asal Semarang tersebut.

Kini, Siti Mauludan juga tak sekedar menyediakan kantong sedekah yang digantung dipagar rumahnya. Namun saat ini ia bersama teman-temannya di majelis taklim juga membuat program sedekah Air.

Setiap harinya mereka menyediakan air bersih sebanyak dua kubik. Air ini sudah di sterilkan, bisa dipakai minum. Mulai pukul 6.30 wita sampai pukul 9.00 wita, siapapun yang datang dirumahnya boleh mengambil air.

Namun harus membawa galon sendiri, yang kemudian diisi air minum secara gratis untuk bisa dikomsumsi. Namun ia tekankan bahwa air ini tidak untuk diperjual belikan.

“Saya ingin kegiatan ini tetap berlanjut sampai akhir hayat jika Allah ridho, saya ingin tetap berjalan,”tuturnya.

Siti Mauludan berharap Kantong sedekah dan sedekah air masih terus berjalan. Bahkan sumbangan berupa barang dari beberapa darmawan selalu ada yang kirim ke rumahnya.

Bahkan jika ada yang mau menyumbang secara langsung, bisa saat acaranya pagi atau melalui kotak sedekah yang tersedia. Hasil sumbangan berupa uang, akan dipakai membelikan bahan makanan.

Tak hanya kantong sedekah dan sedekah air. Namun saat ini khusus hari Jum’at, ada berbagi beras meskipun sedikit namun tujuannya membantu yang butuh. Beras iniDari Donatur Sentral yang membawa ke Yayasan peduli Umat di Jl Toddopuli.(*/)

Komentar