Dijamin Legislator, Keluarga Bisa Bawa Pulang Jenazah PDP Covid-19

Senin, 29 Juni 2020 13:53
Belum ada gambar

Ilustrasi pemakaman jenazah PDP.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel menyayangkan masih adanya jenazah PDP dibawa pulang oleh keluarga. Apalagi belakangan, hasil terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihak keluarga membawa pulang jenazah pasien dari RS Daya Makassar, Sabtu (27/6/2020) lalu, atas jaminan Anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Syafri Kamsul Arif mengatakan, kasus penjemputan jenazah yang sudah beberapa kali terjadi sebelumnya, mestinya jadi pelajaran. Penanganan jenazah terutama yang terindikasi Covid-19 sudah ada prosedur tetapnya.

“Sebetulnya tidak boleh ada pembenaran pelanggaran prosedur protokol Covid-19. Bahkan oleh siapapun itu, tidak ada ruangnya,” ungkapnya kepada FAJAR, Minggu (28/6/2020).

Meskipun kata dia, ada jaminan legislator DPRD Makassar, RS Daya mestinya harus tetap tegas. Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dengan dugaan tinggi (high suspicion) tetap harus ditangani dengan prosedur Covid-19. Jangan dibiarkan diambil pihak keluarga.

“Walaupun harus menunggu hasil swab. Apalagi karena ada tanda-tanda klinis dan skrining sudah mengarah ke Covid-19, ya memang sudah harus protap Covid-19,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari menambahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel sudah meminta laporan dari RS Daya dan Dinas Kesehatan Makassar terkait insiden tersebut. Dia berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Apalagi, hasil swab jenazah ternyata positif Covid-19.

“Itu rawan ada lagi klaster baru. Terlebih katanya dimakamkan juga tanpa protokol Covid-19. Perlu tracing cepat,” bebernya.

Kata Ichsan, Makassar masih menjadi episentrum utama penyebaran Covid-19. Dia berharap kerja sama semua pihak. Bila ada prosedur dilanggar, tentu banyak yang akan terimbas.

“Sekali lagi, Covid-19 ini jangan dianggap enteng. Makassar masih zona merah dan butuh kepatuhan serta kedisplinan masyarakat sebagai kunci utama menekan pandemi ini,” tukasnya.(fik/muc/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI