Hadapi New Normal, Peluang Bisnis di Penjualan Langsung Masih Terbuka Lebar

Senin, 29 Juni 2020 12:07
Belum ada gambar

Pengalaman serupa sebenarnya juga terjadi di negara lain, misalnya Singapura di era 1990-an. Ketika itu, Penjualan Langsung dianggap ilegal, asuransi dan real estat juga dipandang remeh oleh masyarakat. Saat itu, jika mengaku sebagai agen asuransi atau agen real estat, masyarakat akan memandang rendah Anda. Saat ini, ribuan orang bangga menjadi agen Asuransi dan Real Estat, sayangnya hal yang sama belum terjadi di Penjualan Langsung, hingga kini masih belum ada kebanggaan.

“Bagaimana Asuransi dan Real Estat bisa mengubah persepsi publik? Melalui pendidikan, bekerja sama dengan pemerintah dan menetapkan standar untuk anggota telah mengubah kesan buruk terhadap bisnis ini menjadi sesuatu yang sah dan berharga. Itu sebabnya saya mengajak kita semua. Indonesia, perlu menjalankan perusahaan Penjualan Langsung dengan benar. Kita adalah satu-satunya industri yang mempromosikan kesehatan, kesejahteraan dan pendapatan sekaligus. Kita bisa memberi orang harapan, tetapi berilah mereka harapan nyata, bukan mimpi bodoh. Kita dapat membantu bangsa untuk keluar dari krisis dan lebih berkembang, yaitu dengan pendidikan!” tandas Brandon Chia.

Sehingga bagi APLI sebenarnya momen pemulihan ekonomi ini adalah kesempatan besar menunjukkan kepada bangsa ini bahwa Penjualan Langsung adalah industri yang terpercaya dan dapat membuat dampak positif. Dengan fokus bekerja sama dan mengajarkan nilai-nilai yang tepat, budaya yang tepat, dan kode etik yang tepat kepada semua distributor, member, enterpriser, dan lain-lain.

Sebenarnya prestasi sektor bisnis Penjualan Langsung sudah cukup banyak, namun sayangnya sering tenggelam dikarenakan masyarakat masih belum memahami betul apa dan bagaimana prestasi bisa diukir oleh Perusahaan Penjualan Langsung, maupun pimpinan-pimpinannya. Jika informasi ini bisa dipahami secara luas, maka Penjualan Langsung bisa memberikan harapan yang bisa diandalkan kepada anggota masyarakat.

Komentar

VIDEO TERKINI