Kolaborasi Riset Covid-19 ala Dosen Unismuh

Senin, 29 Juni 2020 14:12

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menunjukkan komitmennya untuk memajukan peradaban dunia. Hal itu tersirat dalam kegiatan Internasional, bertajuk Webinar Event Series: Dialog Inspiratif Seri #7 yang diselenggarakan oleh Reducates bekerjasama dengan ASRI, One on One Friendship, dan Global Aliya Indonesia.

“Diperlukan sinergi-kolaborasi, akselerasi-simplifikasi birokrasi dan administrasi, riset multi-transdisipliner untuk mengatasi COVID-19,” jelas Dito Anurogo, dosen FKIK Unismuh Makassar, saat pemaparan rekomendasi di akhir sesi Webinar.

Penulis buku The Art of Medicine yang berlisensi BNSP itu menjelaskan platform yang unik, holistik, komprehensif, dan integratif. Namanya Nanoimmunobiotechnomedicine (NIBTM 5.0). Konsep futuristik ini merupakan unifikasi dari berbagai bidang disiplin ilmu, seperti: nanoteknologi, imunologi, bioinformatika, teknologi dasar dan aplikatif (seperti: optogenetika, Artificial Intelligence, Augmented Reality), dan medicine (terutama kedokteran molekuler). 

Di bidang nanoteknologi, aptamer berpotensi mengatasi Covid-19. Aptamer memiliki kelebihan dibandingkan antibodi. Aptamer memiliki spesifisitas lebih tinggi dibandingkan antibodi. Aptamer berukuran lebih kecil daripada antibodi. Harga aptamer jauh lebih cost effective dibandingkan antibodi. Sifat denaturasi aptamer reversibel. Deteksi SARS-CoV-2-RNA dimediasi oleh nanopartikel bernama suitably designed ASO-Capped AuNPs. Para ilmuwan juga sedang meneliti DNA aptamer yang secara spesifik terikat ke SARS-CoV-2 N protein.

Di bidang imunologi, badai sitokin merupakan isu terkini. Proses itu memiliki potensial terapi. Caranya, suplemen dengan interferon gamma untuk aktivasi innate immunity, menggunakan immunomodulator untuk memulihkan dan memperbaiki keseimbangan sistem imun, menghambat produksi sitokin, melakukan proses scavenging sitokin, menghambat fungsi dan rekruitmen makrofag mononuklear, memperkuat sawar vaskuler dengan aktivasi jalur sinyal Slit-Robo4 endotelial.

Di bidang bioinformatika dan teknologi, dipergunakan BLASTP dan ClustalW untuk identifikasi protein dan mengungkap area permukaan selubung virus Corona. Adapun di ranah Artificial Intelligence (AI), pemerintah Indonesia telah menggunakan PeduliLindungi sebagai contact tracing Covid-19.  Aplikasi AI juga bermanfaat untuk akselerasi riset berbagai stadium krisis Covid-19. Misalnya: deteksi (early warning dan diagnosis), preventif (prediksi, surveillance, informasi), respons (delivery, layanan otomatis), recovery (monitor). Ranah disiplin nanoteknologi biomedis juga berkembang pesat didukung optimisasi sistem nano dan smart diagnostics sehingga berpotensi dikembangkan menjadi nanoterapi.

Komentar