Pemprov Tak Pangkas Target PAD

Selasa, 30 Juni 2020 14:28

Sosialisasi New Normal di Pantai Losari.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemprov Sulsel memasang target PAD Rp4 triliun tahun ini. Belum ada rencana pemangkasan target.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Junaedi mengatakan, meskipun saat ini situasi sulit, namun pihaknya tetap optimis bisa mengejar target pendapat asli daerah (PAD). Target tahun ini tetap di kisaran Rp4 triliun lebih.

“Memang terbesar di Bapenda. Target PAD di Bapenda itu Rp3 triliun lebih,” ungkapnya kepada FAJAR, Minggu, 28 Juni.

Diakuinya, penerimaan dari sektor pajak kendaraan sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Namun, dia menyebut kini mulai membaik. Bahkan sejak pertengahan Mei, ada tren pembayaran pajak kendaraan mulai meningkat.

“Memang saat ini PAD masih bertumpu ke pajak kendaraan. Kita tidak ada penurunan target. Malah kita optimis bisa bisa Bapenda naikkan Rp300 miliar,” bebernya.

Bila ada penurunan target, maka akan semakin membebani APBD. Apalagi penerimaan menurun karena transfer daerah dipangkas. Total penerimaan mestinya Rp5,8 triliun, namun dipangkas sisa Rp5,4 triliun lebih.

“Ada pengurangan lebih dari Rp400 miliar. Kalau PAD juga turun kan makin mengurangi sumber pendanaan pembangunan atau biayai program. Makanya PAD ini harus dipacu,” tuturnya.

Kabid PAD Bapenda Sulsel, Darmayani Mansyur mengakui pendapatan pajak daerah memang sangat anjlok. Sebelum ada pandemi Covid-19 atau situasi normal, realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) bisa mencapai Rp5 miliar-Rp6 miliar per hari. Kini hanya bisa separuhnya atau anjlok 50 persen.

“Pajak kendaraan masih menjadi pendapatan andalan daerah. Pembelian kendaraan baru menurun, termasuk konsumsi bahan bakar kendaraan juga turun karena aktivitas di luar rumah berkurang. Namun di awal Juni ini sedikit ada grafik membaik pembayaran pajak,” tukasnya. (fik)

Komentar