Anak Lambat Bicara, Fokuskan Satu Bahasa

Selasa, 30 Juni 2020 14:44
Belum ada gambar

LATIHAN. Mama sangat ditekankan untuk sesering mungkin membangun komunikasi dengan anak agar kemampuan berkomunikasinya meningkat.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anak usia 2 tahun namun belum bisa mengucapkan langsung dua kata perlu diberi perhatian khusus. Itu petanda lambat bicara.

Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, Dr dr Martira Maddeppungeng SpA(K) mengatakan, pada dasarnya anak usia dua tahun sudah bisa mengucapkan kalimat majemuk. Misalnya, mau pergi atau minta kue. Jika anak tak bisa mengucapkan kalimat itu, solusinya periksakan dahulu apakah si kecil memiliki gangguan.

Ganguan yang dominan ditemui dari anak lambat bicara, yaitu ganguan pendengaran. Juga karena anak menyandang autisme. Jika tidak ditemukan hal itu, maka keterlambatan bicara itu karena pengaruh lingkungan. Interaksi orang tua ke anak kurang.

“Jadi untuk solusi mengatasinya, utamakan pada pengajaran mengucapkan kalimat dengan fokus pada satu bahasa. Hindari penggunaan bahasa-bahasa tambahan,” ujarnya kepada FAJAR, Minggu, 28 Juni.

Misalnya pada bahasa Indonesia, gunakan sebagai interaksi buat si kecil dengan penyebutan tepat. Selain itu, anak harus dibuat kaya pengalaman. Hal itu bisa dilakukan dengan membawa ke beberapa lingkungan di luar rumah dengan menyebutkan apa yang ada di sekitar dan menjadi perhatian.

Sebab, anak 2 tahun apa yang dilihat dan didengar sebagai perangsang untuk membuatnya peka. Jika itu dibiarkan, maka anak akan kehilangan respons yang baik untuk diucapkan ke depannya, sehingga kepekaan dan tingkat kecerdasan anak akan dipengaruhi.

Intinya tetap anak harus didampingi. Sebab anak yang berkembang dengan sendirinya hanya bisa mengetahui tetapi tidak mengenal fungsinya. Perempuan yang juga merupakan, Ketua Divisi Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial- FK Unhas mengungkapkan, bahwa peran konsumsi nutrisi yang baik sangat berpengaruh.

Terpisah, Dokter Spesialis Gizi Klinik, RS Ibnu Sina, dr Asrini Safitri SpGK menambahkan, untuk memberikan nutrisi pada anak baiknya diutamakan dari buah alami. “Hindari yang mengandung zat pewarna atau pemanis buatan,” tuturnya. Jika itu terjadi maka sensorik anak akan susah, juga akan lambat paham dan susah fokus. (*)

Komentar