ASN Tidak Harus ke Kantor

Selasa, 30 Juni 2020 18:50

Petugas melayani warga yang mengurus di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Makassar, Senin, 29 Juni. Urus izin sudah bisa dari rumah melalui aplikasi dan website untuk mengurangi pelayanan tatap muka. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pola kinerja ASN mulai berubah. Di Pemkot Makassar, meski work from home (WFH) tak lagi diberlakukan, tetapi tak semua aktivitas dinas diselesaikan di kantor.

Kepala Bidang Kinerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Munandar mengatakan, ada perubahan sejak pandemi merebak.

Bahkan hingga kini, kebiasaan atau aktivitas yang berlangsung di Balaikota mulai bergeser.

“Yang paling terasa itu rapat kini sudah bisa virtual. Jadi tidak perlu ketemu langsung,” ujarnya, kepada FAJAR, Senin, 29 Juni.

Meski begitu kinerja ASN tetap bisa dimaksimalkan. Sebab ekosistem kerja yang terbangun kini mulai bisa dipetakan.

“Jadi intinya menyesuaikan. Kalau sifatnya penting tentu ada rapat tatap muka. Itu pun tetap harus ada protokol kesehatan. Dan kalau sifatnya pelayanan pegawai harus ke kantor,” terangnya.

Pantauan FAJAR, Senin, 29 Juni, aktivitas pegawai belum sepenuhnya pulih. Hanya petugas bidang pelayanan yang fokus dalam melayani tamu atau masyarakat. Hal itu terpantau di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Menurut Munandar, aktivitas di kantor memang belum sepenuhnya pulih. Memang WFH tak lagi berlaku, tetapi kondisi Makassar yang masih pandemi atau zona merah, ASN diminta untuk patuh menerapkan protokol kesehatan.

Urai Kemacetan

Penyesuaian kerja ASN di pemerintahan berefek ke sektor lain. Di bidang transportasi misalnya, kemacetan bisa dikontrol.

Pengamat Transportasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Lambang Basri mengatakan, menuju era kenormalan jadi momentum untuk penyesuaian kebijakan.

“Seperti jam kerja pegawai di kantor. Tidak semua harus ke kantor. Jadi digilir atau sif. Meja pegawai juga diatur berdasarkan protokol kesehatan,” terangnya.

Komentar