Ikuti Paripurna 18th Palopo Secara Virtual, Wagub Sulsel Ajak Disiplin Protapkes

Kamis, 2 Juli 2020 20:56

FAJAR.CO.ID, PALOPO – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti rangkaian 18th Kota Palopo yang dilaksanakan secara virtual. Dengan mengusung tema “New Spirit”.

Puncak kegiatan dalam 18th Kota Palopo Tahun ini dilakukan dengan Rapat Paripurna di DPRD Kota Palopo, Kamis (2/7/2020). Dilakukan secara sederhana mengingat masih dalam kondisi pandemic Covid-19.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman menyampaikan, bahwa kondisi pandemi ini menghantam beberapa sektor seperti kesehatan, kegiatan ekonomi serta rutinitas.

“Di pandemi covid-19 ini Sulawesi Selatan alhamdulillah paling tertinggi angka kesembuhan secara nasional. Tetapi meskipun hal lain bahwa kita terjadi penyebaran yang kencang. Karena Sulsel merupakan wilayah transit Dan aktif melakukan agresif test serta mobilitas warga sangat tinggi” ujarnya.

Peningkatan angka kesembuhan, kata dia, atas dampak dari anggaran penanganan Covid-19 yang mengalir ke sektor hilir. Seperti belanja fisik infrastuktur rumah sakit, alat kesehatan, wisata covid-19 dan sebagainya. Dengan wisata Covid-19 bisa membantu hotel-hotel yang sempat terhenti kembali beroperasi. Yang menjadi tempat karantina ODP (orang dalam pemantauan). Mengingat PDP maupun Positif covid-19 sebagian berasal dari ODP.

“Memang kita melakukan intervensi diantaranya pada sektor hilir yang dilakukan massif selama ini. Kemarin kami lakukan review tentang anggaran-anggaran refocusing (untuk penanganan covid-19). Sebagian besar, (terpakai) kita intervensi di sektor hilir,” bebernya.

Setelah pertemuan dengan pakar epidemologi, agar sektor hulu turut didorong. Untuk penegasan dalam protokol kesehatan.“Bagaimana melihat perda sebagai paying hukum, penegakan penerapan protapkes di masyarakat. Termasuk adalah membantu masyarakat dalam penggunaan masker. Dalam keadaan apapun selalu gunakan masker,” pintanya.

Menurut pakar epidemologi, bahwa perlunya intervensi dengan menurunkan tim untuk melakukan edukasi-edukasi ke masyarakat untuk pola-pola kesehatan. Ini pendekatan kecil, termasuk menciptakan trust (kepercayaan) sehingga tidak menimbulkan penolakan dari masyarakat,” terangnya.

Komentar