Strong Leader untuk Trisula Covid-19 Sulsel

Kamis, 2 Juli 2020 10:35

Oleh Prof Ridwan Amiruddin

Sebagai upaya menata program pengendalian intervensi trisula secara optimal, dibutuhkan strong leader yang andal. Strong leader yang dimaksudkan dalam hal kemampuan seorang leader mengelola seluruh sumber dayanya untuk mengendalikan dan melandaikan kurva pandemi covid-19 secara cepat efektif dan efisien.

Trisula pengendalian covid-19 Sulsel meliputi; Edukasi covid-19 secara intensif, massive tracking dan aggressive testing. Ketiga program tersebut memiliki alas yang kuat, berbasis evidence dari berbagai studi kawasan yang telah berhasil mengendalikan Covid-19 di wilayahnya. termasuk Wuhan dan Hongkong.

Ketiga program tersebut bersifat saling melapis antara pemutusan mata rantai penularan dan pencegahan munculnya infeksi baru.

Massive tracing dengan daya tekan terhadap pelandaian kurva sebesar 25 persen, didesain dengan kemampuan mendeteksi kelompok populasi berisiko tinggi dengan kriteria berdasarkan kontact eratnya dan kriteria wilayah berdasarkan laju insidensinya.

Setelah massive tracing dilaksanakan selanjutnya dilaksanakan testing secara aggressive baik dengan Rapid test maupun dengan swab test untuk PCR. Muara dari tracing dan aggressive testing ini untuk mengunci penularan dan melandaikan kurva secara cepat.

Aggressive testing pada prinsipnya untuk memisahkan kelompok yang sakit dari yang sehat secara cepat untuk di isolasi baik secara mandiri maupun terpusat di duta Covid-19 Sulsel. Program isolasi untuk kelompok ODP maupun PDP, tujuan utamanya adalah membendung laju insidensi di wilayah terdampak.

Kontribusi aggressive testing dalam pemastian pemutusan mata rantai dan pelandaian kurva pandemi covid-19 sebesar 40 persen. Hal ini menjadi sangat strategis untuk dilaksanakan secara komprehensif. Meniadakan aggressive testing pada pengendalian covid-19, ibarat menumbuh suburkan covid-19 yang menunggu waktu untuk meledak dalam bentuk vulcano atau erupsi pandemi covid-19.

Komentar