Indeks Keyakinan Konsumen Terkait Kondisi Ekonomi Daerah, Begini Penjelasan BI

Jumat, 3 Juli 2020 21:06

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Berdasarkan survei yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan pada Juni 2020, optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian daerah di tengah situasi pandemi COVID-19 masih ada.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang sebesar 71,3 atau lebih rendah dibandingkan IKK Mei 2020 sebesar 72,4.

Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra mengatakan, saat ini kurang tersedianya lapangan kerja menjadi faktor utama penyebab menurunnya tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi.

“Tercatat indeks ketersediaan lapangan kerja pada Juni 2020 mencapai 20,5 masih jauh di bawah batas indeks optimis (100). Itu sudah lebih baik dibandingkan indeks bulan Mei 2020 yang sebesar 13,0,” ucap Adang, sapaan akrabnya.

Menurutnya, kondisi penghasilan saat ini turut menahan optimisme konsumen, ditunjukkan dengan indeks penghasilan konsumen saat ini sebesar 33,5 persen, masih di bawah batas optimis meski sudah lebih baik dibandingkan indeks bulan sebelumnya sebesar 27,5.

Dari sisi pengeluaran, kata dia, konsumsi barang kebutuhan tahan lama masyarakat juga berada di bawah batas optimis dengan indeks 64 atau lebih rendah dibandingkan indeks pada Mei 2020 sebesar 71.

Adang menuturkan, masyarakat tetap yakin bahwa kondisi penghasilan 6 bulan ke depan akan lebih baik.

“Karena indeks ekspektasi penghasilan yang mencapai 118,5 di atas batas optimis (100) atau lebih tinggi dibandingkan indeks bulan Mei 2020 sebesar 116,0,” tambahnya.

Pandangan positif itu, diketahui terbentuk seiring dengan keyakinan bahwa penghasilan pribadi masyarakat akan kembali normal.

Kendati demikian, di sisi lain, masyarakat masih belum terlalu optimis terhadap perbaikan ketersediaan lapangan kerja maupun kegiatan usaha secara umum dalam enam bulan ke depan.

Komentar