Puncak Bolangi, Pulau-pulau Kecil di Tengah Waduk Bili-bili

Sabtu, 4 Juli 2020 15:28
Belum ada gambar

DESTINASI BARU. Satu lagi tempat yang bisa menjadi pilihan untuk liburan. Namanya, Puncak Bolangi berlokasi di Dusun Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Gowa. (Foto: Nurhadi/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, GOWA – Menjelajahi Kabupaten Gowa, Sulsel, tidak akan lengkap rasanya tanpa mengunjungi Puncak Bolangi. Kawasan yang berlokasi di Dusun Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang tersebut, menyuguhkan keindahan alam yang menenangkan.

Udara segar bertiup riuh. Menjamin kesejukan alami khas hutan-hutan tropis yang hijau. Langit yang biru berpadu dengan ketenangan air waduk bili-bili. Sangat eksotis.

Di Puncak Bolangi, pengunjung bisa menyaksikan matahari terbit (sunrise) lebih dekat. Keindahan alam yang disuguhkan sulit dijumpai di tempat lain.

Sejumlah anak muda melihat pemandangan indah dari danau Bili-bili dari puncak Bolangi, Gowa.

Sayangnya, saya datang saat matahari mulai terbenam. Sunrise terlewatkan begitu saja. Toh tidak mengurangi keindahan waduk bili-bili. Esensi dan panorama yang disuguhkan tidak berubah sama sekali.

Hamparan air danau tetap terlihat tenang dikelilingi pegunungan hijau. Indah, karena dataran-dataran kecil yang berada di tengah danau. Ada yang dataran yang memanjang, juga terlihat bulat.

Pengunjung Puncak Bolangi mengabadikan gambar. (Foto: Nurhadi/FAJAR)

Puncak Bollangi, berada di lereng Gunung Bollangi dengan ketinggian sekirar 1000-1500 meter di atas permukaan laut. Jika berada di Ibu kota Kabupaten Gowa, Sungguminasa, jaraknya sekitar 17 kilometer.

Untuk tiba di Puncak Bollangi tidak sesulit mencapai Puncak Gunung Bawakaraeng. Harus berjalan kaki berjam-jam, bahkan memanjat bebatuan pegunungan. Sebut saja, bertaruh nyawa untuk menikmati keindahan alam.

Akses jalan menuju Puncak Bollangi, bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Jalananya sudah diaspal. Hanya sedikit bagian saja yang berlubang. Waktu tempuh dari Sungguminasa, sekitar 15 menit.

Rumah penduduk sikitar, cukup ramai. Nuansa khas bugis makassarnya masih sangat terasa. Kata warga sekitar, Desa Bollangi awalnya ditempati warga asal Bone. Tetapi kini juga ditempati warga asli Makassar berkat perkawinan.

Jadi jangan heran jika berinteraksi dengan warga sekitar ada yang menggunakan bahasa Bugis, dan Makassar. Seperti halnya, Harniati (35), yang sudah sangat fasih dengan kedua bahasa daerah itu.

“Tempat ini selalu ramai. Sudah banyak mi juga penjual dari luar (bukan warga Desa Bollangi) datang,” katanya sambil menunjuk pedagang yang keliling menawarkan minuman kepada pengunjung, beberapa waktu lalu.

Puncak Bollangi yang sudah menjadi tempat wisata di Butta Bersejarah julukan Gowa ini, dikelola oleh masyarakat setempat. Sebab, lahannya milik masyarakat. Bukan milik pemerintah. (*)

REPORTER: RUDIANSYAHEDITOR: MUSTAQIM MUSMA

Komentar

VIDEO TERKINI