Lebih Dekat tetapi Tak Lulus, Aneh…Warga Protes Jalur Zonasi PPDB

Selasa, 7 Juli 2020 12:51

Sejumlah orangtua meluapkan protes ke panitia PPDB, Senin 6 Juli 2020.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksanaan PPDB tingkat SMA dan SMK masih menuai protes tahun ini. Ratusan orang tua calon siswa mendatangi kantor Disdik Sulsel, Senin, 6 Juli 2020.

Kedatangan para orang tua siswa untuk mengajukan protes atas pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPSB) jalur zonasi. Banyak calon siswa yang tak lolos, meski telah memenuhi syarat terkait jarak rumah ke sekolah.

FAJAR berbincang dengan salah satu orang tua bernama Arfan. Pria yang tinggal di wilayah Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate ini memprotes pelaksanaan PPDB lantaran anaknya tak lolos di SMAN 20 Makassar.

Padahal, kata Arfan, jarak rumah dari sekolah terbilang dekat. Hanya 700 meter. Di sisi lain, ada siswa yang lulus dengan jarak rumah ke sekolah lebih jauh. Justru yang lebih dekat, tak lulus di SMAN 22.

“Makanya saya heran. Kenapa yang lebih jauh bisa lulus. Padahal jarak rumah saya 700 meter. Ada yang 2 kilometer lebih, justru bisa lulus,” bebernya kepada FAJAR saat ditemui di ruang guru kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Senin, 6 Juli.

Dia mendesak disdik untuk membenahi sistem PPDB yang bermasalah tersebut. Apalagi tak ada lagi sekolah negeri di wilayah itu. Dia hanya berharap agar masih ada kesempatan bagi anaknya untuk bisa lulus.

“Ini kesalahan pelaksana. Masalahnya, dimana anak saya mau sekolah?. Makanya kami berusaha supaya masih ada kesempatan untuk anak saya bisa bersekolah di sekolah negeri,” tambahnya.

Keluhan juga datang dari orang tua siswa yang lain. Tak hanya tingkat SMA, SMK juga banyak bermasalah, meski tak menggunakan sistem zonasi.

Salah satu orang tua calon siswa yang enggan disebut namanya menyebut, ada yang mengherankan pada seleksi tingkat SMK. Anaknya yang mendaftar di SMK 4 dengan nilai cukup bagus, justru tak lulus.

Komentar