Infection Center RSUD Sayang Rakyat Menjadi “Rumah” yang Nyaman Bagi Pasien Covid-19

Kamis, 9 Juli 2020 11:24
Belum ada gambar

Unit Infentiion Centre RSUD Sayang Rakyat.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Saat Anda memasuki gerbang, suguhan angin segar masih tersedia di sana. Hal itu dikarenakan letak geografisnya yang jauh dari keramaian kota dan di kelilingi pohon-pohon besar. Tak hanya itu, suasana yang asri, ramah lingkungan, dan pelayanan yang maksimal menjadi bagian tak terpisahkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat.

Sejak ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan covid-19, RSUD Sayang Rakyat terus berbenah untuk senantiasa menjadi “rumah” yang nyaman dan aman bagi pasien.

RSUD Sayang Rakyat juga menerapkan langkah preventif yang ketat seperti pengecekan suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun sebelum memasuki area rumah sakit, rutin membersihkan area yang sering disentuh, penyemprotan disinfektan yang intens, penghilangan jam besuk, pembatasan pengunjung serta menaruh hand sanitizer di setiap sudut rumah sakit.

Demi meningkatkan pelayanan, Pemerintah Sulawesi Selatan membangun gedung Infection Center (IC) di RSUD Sayang Rakyat sebagai upaya penanganan lebih baik untuk pasien yang terpapar virus corona.

Pasca diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah pada Mei lalu, gedung Infection Center (IC) RSUD Sayang Rakyat berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien covid-19.

IC RSUD Sayang Rakyat sedari awal dirangcang sebaik mungkin agar senantiasa memberikan kenyamanan bagi pasien. Layaknya hotel bintang lima, kamar-kamar perawatan dilengkapi televisi, wifi, wastafel sensor, toilet bersih, serta berbagai fasilitas lainnya agar pasien merasa berada di rumah sendiri selama masa perawatan. Bahkan, tersedia teras yang bisa dipakai pasien untuk berjemur dan menikmati pemandangan.

Gedung tiga lantai tersebut memiliki 23 kamar perawatan dengan total 98 bed. Selain itu, tersedia satu ICU, satu IGD, satu radiologi dan satu laboratorium yang dilengkapi dengan enam ventilator. Sementara untuk tenaga medis, telah hadir dokter spesialis penyakit dalam, spesialis paru-paru, spesialis anasthesi, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis patologi klinik, spesialis radiologi, spesialis gizi, dan dokter umum. Mereka selalu siap menjadi tenaga yang dibutuhkan kapan saja.

Kehadiran IC RSUD Sayang Rakyat ini juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu pasien covid 19 yang pernah dirawat, Silahuddin Genda, menuturkan bahwa selain fasilitas yang lengkap, perawat yang bertugas juga sangat ramah.

“Sisi pelayanan relawan dan tenaga kesehatan memang orang terlatih, tidak seenaknya. Mereka ramah datang setiap saat kita panggil mereka datang ke kamar untuk membantu keluhannya apa,” ungkapnya.

Selama 33 hari menjalani perawatan, membuat dirinya berhasil membuang jauh-jauh pikiran bahwa isolasi menakutkan layaknya seperti penjara yang hidup berdempetan.

“Fasilitas kamarnya juga luas, tidak berhimpitan dan ada kamar mandi di dalam. Setiap kamar teras yang bisa digunakan pasien melihat pemandangan atau berjemur,” beber wartawan senior itu.

Pembangunan yang menelan anggaran Rp 11 miliar itu diharapkan menjadi langkah untuk mematahkan stigma dalam masyarakat bahwa menjadi pasien covid-19 adalah hal yang menyeramkan dan memalukan, terutama terkait perawatan.

Saat diresmikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Hal itu juga sudah ditegaskan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah saat meresmikan IC tersebut. Menurutnya, IC RSUD Sayang Rakyat sangat representatif. “Masyarakat Sulawesi Selatan nggak usah khawatir, kita mendapatkan satu ruang isolasi yang sangat representatif dan ini juga kita lihat dilengkapi dengan Wifi, dilengkapi dengan TV, jadi nggak ada lagi alasan untuk tidak melakukan isolasi bagi masyarakat yang bermasalah, terutama yang ODP, OTG dan PDP,” kata Nurdin baru-baru ini.

Baca Juga: Pegang Teguh Prinsip Transparansi dan Akuntabel

Direktur Utama RSUD Sayang Rakyat, dr. St.Haeriyah memaparkan bahwa selama IC RSUD Sayang Rakyat digunakan, tingkat kesembuhan pasien tergolong tinggi. Hingga kini, sudah lebih 160 pasien positif Covid-19 dirawat di Infection Center RSUD Sayang Rakyat. Sebagian telah sembuh dan dipulangkan, dan tersisa 80-an pasien yang masih mendapatkan perawatan maksimal.

“Perbandingan persentase kesembuhan 80 persen sembuh. 21 meninggal yang dirawat 166. Yang meninggal itu rata rata yang umur tua, ada penyakit bawahan ada penyakit tertentu,” tutup dokter ahli saraf ini. (adv/iqbal)

Komentar

VIDEO TERKINI