Hadiri Peletakan Batu Pertama Program Kotaku, Hamka B Kady: Ini Menggerakkan Ekonomi Pedesaan

Jumat, 10 Juli 2020 13:52

Legislator DPR RI, Hamka B Kady saat peletakan batu pertama program Kotaku. (endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID,GOWA– Anggota DPR RI Hamka B Kady menghadiri peletakan batu pertama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) BPM tahun 2020 di Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2020).

Kotaku merupakan salah satu program padat karya tunai (PKT) yang dilaksanakan melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR berkolabirasi dengan pemerintah daerah (pemda) dan kelompok masyarakat untuk melakukan perbaikan kawasan permukiman kumuh di perkotaan.

Sasarannya adalah untuk mendukung program 100-0-100 yakni 100 persen akses universal air minum, 0 persen pemukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak guna mendorong dan memberdayakan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasannya.

Hamka B Kady menyatakan, program ini betul-betul diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat dari segi pendapatan dan kesejahteraan. Untuk pengerjaannya, ia memastikan 45 persen penduduk lokal yang berpenghasilan rendah.

“Program ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Momentum seperti ini harus diperbanyak. Masyarakat yang berpenghasilan rendah yang didahulukan untuk ditolong. Dalam kondisi pandemi begini, yang seharusnya dilakukan adalah yang sifatnya padat karya,” jelas Hamka B Kady.

Politisi Golkar itu kembali menekankan, dengan pelibatan masyarakat lokal Program Kotaku secara otomatis akan menggerakkan ekonomi pedesaan. Oleh karena itu dana desa pun akan digenjot untuk menggerakkan perekonomian desa.

Hamka juga mendorong Pemda harus menggerakan BUMDes. Satu-satunya jalan untuk meningkatkan produk domestik bruto adalah daya beli masyarakat harus dipertahankan supaya tidak terlalu anjlok ekonomi.

“Baru dapil saya yang melakukan seperti ini. Artinya ini yang pertama di Indonesia. Saya perjuangkan betul bagaimana ini bisa jalan di kondisi keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Ini dikerjakan dengan gotong royong masyarakat, hasilnya dinikmati bersama dan yang terpenting masyarakat memperoleh pendapatan. Bahkan saya berpikir ke depan pembersihan jalan itu juga melibatkan masyarakat lokal agar mereka punya penghasilan,” urainya lugas.

Komentar