Persaingan Jalur Zonasi Ketat, 9.000 Calon Siswa Tak Tertampung di SMPN

Sabtu, 11 Juli 2020 16:00
Belum ada gambar

Plt Kepala Disdik Makassar, Amalia Malik

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Persaingan siswa untuk masuk di SMP negeri bakal ketat. Sekitar 9.000 lulusan sekolah dasar diprediksi tak lolos.

Ketua Ombudsman Perwakilan Sulsel, Subhan Djoer mengatakan, persaingan untuk masuk jenjang SMP lebih ketat dibanding SMA. Makanya, segala upaya bisa saja dilakukan orang tua untuk meloloskan anaknya ke sekolah unggulan.

Apalagi, jalur zonasi menjadi kesempatan terakhir untuk mendaftar. Jika tak lolos, opsinya adalah sekolah swasta yang tentu tanpa subsidi pemerintah. Kondisi itu dianggap memberatkan oleh sebagian orang tua siswa.

“Jumlah SD kan tidak sebanding dengan SMP. Hasil kajian, ada 9.000 lebih murid SD yang diperkirakan tak mendapat kursi di SMP. Jadi persaingan sangat ketat,” jelasnya.

Dia berharap kesalahan di PPDB SMA tak berulang di PPDB SMP terkait jalur zonasi. Apalagi pihaknya sudah memperingatkan, ada beberapa oknum yang memanfaatkan momen jalur zonasi untuk berbuat kecurangan. Salah satunya ada di SMP 6 Makassar.

Sementara itu, Nail Haula Sapri harus bersabar. Niat untuk melanjutkan pendidikan di SMP negeri lewat jalur nonzonasi belum terwujud.

Kini dia mencoba peruntungan di jalur zonasi. Impiannya masuk ke sekolah negeri melalui jalur afirmasi kandas.

Pendaftaran berbasis online membuat orang tua Nail, Fitriyani cukup kelimpungan. Belum lagi persoalan server yang membuat pening kepala Fitri.

“Waktu daftar pakai akun nonzonasi juga repot. Jadi betul-betul ini perjuangan Bagaimana anak ta bisa sekolah,” ujarnya kepada FAJAR, Jumat, 10 Juli.

Peluang terakhir kini di jalur zonasi. Fitri berharap buah hatinya itu bisa lulus. Dia bersyukur akun untuk mendaftar pada 13 Juli tidak seperti sebelumnya.”Lebih mudah diakses. Semoga ini bisa lancar sampai pendaftaran. Karena sisa ini peluang anakku bisa sekolah negeri,” harap Fitri.

Memiliki akun sebagai syarat untuk daftar jalur zonasi sempat bikin Fitri cemas. Sebab sebelumnya hal serupa pernah dilakukan saat mendaftarkan anaknya di jalur afirmasi atau non zonasi.

“Susah buat akun, karena jaringan tidak bagus. Sekarang ini sudah bisa langsung bikin, jadi nanti sisa daftar,” ucap dia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik menegaskan dirinya komitmen agar pendaftaran di jalur zonasi bisa lancar. “Kita terima banyak kritik dan masukan. Tetapi untuk zonasi, beri kami kesempatan untuk menunjukkan kinerja. Insyaallah kami akan bekerja dengan sebaik-baiknya,” terang dia.

Amalia mengaku sejak awal cukup kelimpungan dengan sistem online yang diterapkan. Akan tetapi, masukan dan kritikan membuatnya mulai berbenah. Terutama memastikan jaringan atau server tak terganggu selama proses registrasi dan pendaftaran. (rdi-ful/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI