Didemo Warga, Direktur RSUD Polewali Akhirnya Mengundurkan Diri

Selasa, 14 Juli 2020 12:01
Belum ada gambar

Gelombang aksi demonstrasi masyrakat Balanipa bersama mahasiswa terus terjadi. Mereka mengepung Kantor Bupati Polewali mendesak agar Direktur RSUD Polewali, dr Andi Emy Purnama dicopot dari jabatannya. Selanjutnya, memberi sanksi kepada oknum dokter yang menolak menangani pasien covid dan mendesak pemerintah segera menyediakan ruang operasi khusus pasien covid-19. (SAHRUL ALIM/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, POLEWALI – Gelombang aksi demonstrasi masyarakat Balanipa dan mahasiswa yang terus terjadi di Polewali Mandar akhirnya membuahkan hasil. Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Polewali, dr Andi Emy Purnama akhirnya mengundurkan diri terhitung mulai Senin (13/7/2020).

Andi Emy melayangkan surat pengunduran dirinya yang ditujukan ke Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar sejak Sabtu (11/7/2020).

Dalam surat pengunduran dirinya itu, Andi Emy beralasan agar lebih fokus bekerja pada jabatan defenitifnya sebagai kepala bidang pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Polewali Mandar.

“Iya benar (mengundurkan diri). Saya memang selama ini merangkap jadi sekarang fokus di Dinkes saja,” katanya saat dikonfirmasi FAJAR, Senin, 13 Juli.

Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, langsung mengkaji permohonan Andi Emy tersebut. Pihaknya juga telah memenuhi tuntutan demonstran yakni memberi sanksi kepada petugas medis yang menolak untuk memberikan tindakan medik kepada pasien kasus kematian bayi.

“Sanksi berupa teguran dan untuk sementara dokter tersebut tidak dapat melakukan tindakan medis,” katanya.

Menindaklanjuti peristiwa tewasnya bayi seorang pasien covid yang lambat ditagani, Andi Ibrahim juga telah melakukan pembenahan ruangan operasi khusus untuk pasien covid-19 dan diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat.

Sekadar diketahui, bayi dalam kangungan pasien covid-19, A (23) meninggal karena lambat ditangani. Pihak RS Polman juga tidak berani melakukan operasi karena RSUD Polewali belum memiliki ruang operasi khusus pasien Covid-19.

Setelah dirujuk ke RSUD Sulbar, pasien juga juga ditolak karena juga tidak punya ruang operasi khusus pasien Covid-19. Pasien akhirnya kembali ke RSUD Polewali hingga akhirnya menjalani operasi selama satu jam, Kamis hari 25 Juni, sekitar 03.00 Wita.

Komentar

VIDEO TERKINI