Zona Merah, Pembelajaran di Madrasah Maros Tetap Berlangsung

Rabu, 15 Juli 2020 19:17
Belum ada gambar

FOTO: ISTIMEWA

Dia juga mendorong madrasah untuk menonjol, membangun ciri khas madrasah sesuai dengan sumber daya manusia yang dimilikinya.

Senada diungkapkan, Kasi Penmad Abdul Kadir. Dia mengatakan sistem pembelajaran daring masih dilanjutkan merupakan usaha untuk melindungi dan menjaga aset bonus demograsi yang diperkirakan pada tahun 2030.

Menurutnya, bonus demografi adalah kelompok produktif sehingga jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber daya yang produktif.

Dia juga meluruskan informasi yang sempat berkembang di sosial media tentang penghapusan pelajaran agama islam yang tertuang dalam KMA 165.

Menurutnya, yang benar adalah upaya untuk menyempurnakan KMA 165 yang dituangkan dalam bentuk KMA 183 dan KMA 184.

“Jadi pesan saya kalau mengomentari itu jangan menuduh. Pahami dulu dengan baik apa maksudnya, saring baru sharing,” katanya..

Dia juga meminta agar kepala madrasah sesuai dengan revisi dana bos agar mengoptimalkan penggunaan dana bos dalam rangka pencegahan covid-19.

Sedangkan Pengawas Madrasah, Aris, meminta kesiapan seluruh satuan pendidikan guru dan kepala sekolah menjalankan kurikulum darurat dalam masa pandemi ini begitu juga jika jika kembali pada kurikulum normal.

Aris juga meminta kesiapan seluruh kepala sekolah membuat RPP dan roster pelajaran baik untuk kurikulum darurat maupun kurikulum normal.

Sementara Kepala Madrasah MIN Maros, Hadisah, menjelaskan alternatif pembelajaran selain daring yang dilakukan saat ini adalah mengundang orang tua siswa untuk datang ke sekolah mengambil LK atau buku pelajaran untuk satu minggu.

Beberapa orang tua siswa terlihat di ruang guru. Namun, bagi yang terkendala, diantarkan secara langsung oleh guru ke rumahnya. Beberapa murid yang rumahnya cukup jauh pun tetap diantarkan oleh gurunya agar pembelajaran tetap berjalan. (rin)

Komentar

VIDEO TERKINI