Zona Merah, Pembelajaran di Madrasah Maros Tetap Berlangsung

Rabu, 15 Juli 2020 19:17
Belum ada gambar

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAROS — Memasuki tahun ajaran baru 2020-2021, pembelajaran di Madrasah di Lingkup Kabupaten Maros tetap berlangsung meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Untuk itu, diperlukan kreativitas dari madrasah baik guru maupun kepala sekolah sebagai solusi atas beragam kendala yang dihadapi sistem daring ini yang sudah selama beberapa bulan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maros, Muhammad Tonang saat memberikan pengarahan pada kegiatan Pertemuan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3) Tsanawiyah tingkat Kabupaten Maros di MIN Maros, Rabu, 15 Juli 2020.

Dalam kegiatan ini hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Abdul Kadir, Pengawas Madrasah, Aris, Ketua K3M Muhammad Ma’lum dan sekitar 30 kepala madrasah.

Muhammad Tonang mengatakan status Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros yang berada pada zona merah memaksa madrasah menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kondisi saat ini.

“Ini salah satu hikmahnya, kita dipaksa untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi yang ada. Ini menuntut dan memaksa kita menguasai IT. Namun tentu saja berbagai kendala muncul dengan berbagai faktor seperti tidak semua siswa memiliki gawai, keterbatasan kuota, persoalan jaringan, ada gawai atau laptop tapi belum sesuai spek untuk daring,” jelasnya.

Karena itu inovasi harus dilakukan dalam proses pembelajaran di satuan unit pendidikan terlebih dalam situasi pandemi ini.

Dia menekankan perlunya pola dalam melakukan pendekatan kepada siswa dan orang tuanya agar bersedia berpartisipasi dan bekerja sama.

“Karena bukan hanya guru yang harus aktif tetapi juga siswa. Karena itu menurutnya, pada titik inilah pentingnya pendekatan untuk melibatkan siswa dan orang tuanya agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Dia juga mendorong madrasah untuk menonjol, membangun ciri khas madrasah sesuai dengan sumber daya manusia yang dimilikinya.

Senada diungkapkan, Kasi Penmad Abdul Kadir. Dia mengatakan sistem pembelajaran daring masih dilanjutkan merupakan usaha untuk melindungi dan menjaga aset bonus demograsi yang diperkirakan pada tahun 2030.

Menurutnya, bonus demografi adalah kelompok produktif sehingga jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber daya yang produktif.

Dia juga meluruskan informasi yang sempat berkembang di sosial media tentang penghapusan pelajaran agama islam yang tertuang dalam KMA 165.

Menurutnya, yang benar adalah upaya untuk menyempurnakan KMA 165 yang dituangkan dalam bentuk KMA 183 dan KMA 184.

“Jadi pesan saya kalau mengomentari itu jangan menuduh. Pahami dulu dengan baik apa maksudnya, saring baru sharing,” katanya..

Dia juga meminta agar kepala madrasah sesuai dengan revisi dana bos agar mengoptimalkan penggunaan dana bos dalam rangka pencegahan covid-19.

Sedangkan Pengawas Madrasah, Aris, meminta kesiapan seluruh satuan pendidikan guru dan kepala sekolah menjalankan kurikulum darurat dalam masa pandemi ini begitu juga jika jika kembali pada kurikulum normal.

Aris juga meminta kesiapan seluruh kepala sekolah membuat RPP dan roster pelajaran baik untuk kurikulum darurat maupun kurikulum normal.

Sementara Kepala Madrasah MIN Maros, Hadisah, menjelaskan alternatif pembelajaran selain daring yang dilakukan saat ini adalah mengundang orang tua siswa untuk datang ke sekolah mengambil LK atau buku pelajaran untuk satu minggu.

Beberapa orang tua siswa terlihat di ruang guru. Namun, bagi yang terkendala, diantarkan secara langsung oleh guru ke rumahnya. Beberapa murid yang rumahnya cukup jauh pun tetap diantarkan oleh gurunya agar pembelajaran tetap berjalan. (rin)

Komentar

VIDEO TERKINI