Unhas Kirim Bantuan 1 Ton Bakso untuk Korban Bencana Masamba

Minggu, 19 Juli 2020 15:34

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID — Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Peternakan, menggalang bantuan berupa pengiriman 1 ton bakso produksi Maiwa Breeding Center (MBC). Bantuan secara resmi dilepaskan oleh Rektor Unhas, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan, Prof Dr Muh Nasrum Massi, Minggu (19/7/2020).

Acara pelepasan berlangsung pukul 09.00 Wita secara daring ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Dalam pengantarnya, Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Lellah Rahim, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan bahan makanan kepada korban bencana telah menjadi tradisi baru bagi fakultas peternakan. Sebagaimana diketahui, situasi awal paska bencana selalu mendatangkan tantangan kebutuhan makanan bagi para korban.

“Ini sudah kesekian kalinya kita sudah lakukan. Ketika terjadi bencana alam gempa bumi dan likuifaksi di Palu, kita juga mengirimkan bantuan. Unit produksi yang kami miliki mampu memproduksi secara cepat dalam jumlah memadai, sehingga hanya dalam waktu tidak sampai dua hari, bantuan ini siap kita kirimkan,” kata Prof. Lellah.

Proses pembuatan bakso pada unit bisnis MBC Fakultas Peternakan Unhas melibatkan berbagai pihak. Sejumlah dosen, alumni, dan masyarakat memberikan donasi untuk penyiapan bahan baku. Sementara pembuatan bakso melibatkan 40 sivitas akademik, terdiri atas dosen, pegawai, dan mahasiswa.

“Pagi ini juga kami akan segera mengirimkan bantuan ke Masamba. Kita berharap, korban yang terdampak, terutama yang saat ini berada di pengungsian dapat terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi,” kata Prof. Lellah.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan, Prof Nasrum Massi, menyampaukan apresiasi dan penghargaan atas inisiatif Fakultas Peternakan, yang memanfaatkan potensi riset dan inovasi yang dimiliki. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang mengusung semangat humaniversity, pemberian bantuan kepada korban bencana alam perlu menjadi kebiasaan.

Komentar