Telan Anggaran Ratusan Miliar, Pulau Buatan RDT di Wajo Terendam Banjir

Senin, 27 Juli 2020 08:51

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Wajo tak hanya merendam rumah warga. Pulau buatan hasil Revitalisasi Danau Tempe (RDT) tak luput dari banjir.

Proyek strategis ini di laksanakan oleh KSO PT Nindya dan FAF dengan anggaran Rp283,98 miliar pada Desember 2016 lalu. Luas area pengerukan 242 hektare (Ha) dengan volume pengerukan 2,87 juta m3.

Hasil pengerukan lumpur dibuat menjadi tiga pulau berada berlokasi Desa Pak Kanna dan Assorajang Kecamatan Tanasitolo. Ketiganya, pulau W9 dan W10 dengan luas18,14 Ha serta W11 11,14 Ha.

“Pulaunya pernah tidak kelihatan. Tenggelam banjir,” ujarnya warga Tanasitolo, Agus, Minggu, 26 Juli.

Padahal Pemkab Wajo telah menyediakan konsep terpadu untuk pemanfaatannya. Sebelumnya, Bupati Wajo Amran Mahmud mengaku telah menggagas pembangunan pulau hasil pengerukan RDT atas arahan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.

“Rencananya pengembangan pertanian dan pariwisata, sekaligus konservasi lingkungan hidup. Kita bangun restoran terapung yang mobile diantar Pulau W9, W10, dan W11,” sebutnya.

Pulaunya, akan ditanami berbagai tumbuhan konservasi agar menjadi tempat tinggal burung-burung langka, yang biasa singgah di Danau Tempe.

“Nanti setelah surut, kami akan koordinasikan lagi dengan balai. Kelayakan pemanfaatannya lagi,” tutupnya.

Tenggelamnya pulau buatan dari proyek senilai ratusan miliar itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Wajo, Andi P. Rukka pun mempertanyakan konsep proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

“Berarti kurang tinggi. Harus direvisi konsepnya. Harus disesuaikan dengan konsep pengembangannya. Berbentuk rumah panggung,” tuturnya.

Terkait adanya rencana revitalisasi tahap kedua. Pria yang disapa Andi Ukka berharap, pada konsep revitalisasi tahap berikutnya lebih matang. “Supaya tidak sia-sia atau salah arah,” harapnya. (man/fajar)

Komentar