BRSAMPK Toddopuli Buat Webinar Parenting Skill Berseries

Kamis, 30 Juli 2020 10:18
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Meski hari anak telah selesai diperingati secara nasional, Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar melaksanakan kegiatan Webinar secara berseries.

Tema Parenting terkait “Skill Series” kembali dilaksanakan selama 3 hari sejak 28 Juli hingga 30 Juli.

Kepala BRSAMPK Toddopuli di Makassar, Christiana Junus menyampaikan jika peringatan Hari Anak Nasional ini merupakan salah satu upaya menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa dalam menjamin pemenuhan hak anak secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Christiana juga menambahkan untuk tahun 2020 ini peringatan HAN sedikit berbeda dengan peringatan tahun sebelumnya. Karena hampir semua negara termasuk Indonesia menghadapi tantangan karena adanya Covid-19 yang berdampak pada masyarakat, keluarga dan anak.

Upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak ditambah situasi Pandemi Covid-19 menghadapi beberapa tantangan yang serius.

” Tidak hanya kasus – kasus anak yang berdampak pandemik seperti kehilangan pengasuhan, mengalami kekerasan baik verbal maupun non verbal, berkurangnya kesempatan anak untuk bermain, belajar dan berkreasi akibat diterapkan nya kebijakan jaga jarak maupun belajar dirumah masih saja terus terjadi,” ucapnya.

Satu contoh kata dia seperti anak berhadapan hukum, anak korban kejahatan seksual, anak korban perlakuan salah dan penelantaran, anak korban kekerasan fisik dan atau psikis, dan anak korban terdampak bencana.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Raden Harry, mengatakan bahwa peran Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus, LKSA dan juga Sakti Peksos sangat penting dalam menangani semua permasalahan anak yang terjadi di masyarakat.

Harry juga menyampaikan arahan Menteri Sosial menghadapi Pandemi Covid-19 ini adalah bahwa pemerintah mesti menyiapkan agar masyarakat tidak kesusahan dan kelaparan, segera disiapkan tempat penampungan bagi anak-anak jalanan, gelandangan dan pengemis, juga bagi orang-orang yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal akibat Pandemi ini.

“Balai bisa menjadi tempat penampungan sementara untuk mereka yang terdampak Covid-19,”ucapnya.

Harry juga mengingatkan tentang Atensi Rehabilitasi Sosial yaitu arah kebijakan dan program rehabilitasi sosial. Perubahan paradigma layanan diantaranya yakni pelayanan sosial terpadu dan berkelanjutan, menjangkau seluruh warga yang mengalami masalah sosial.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi mengingatkan meskipun banyak faktor yang memungkinkan anak menjadi korban kekerasan, berapa banyak faktor pelindung yang mencegah anak mendapatkan kekerasan.

Kanya menekankan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan memperkuat keterampilan orang tua dalam parenting, yaitu menyediakan “nurture” perawatan atau pengasuhan dan menyediakan “stucture” yang mendukung pengasuhan tersebut.

“Orang tua yang mampu mengelola “nurture” dengan baik akan mendorong anak menjadi anak yang merasa dicintai, memiliki kedekatan emosional dengan orang tua, mandiri, dan memiliki life skill yang baik,”tambahnya.

Struktur pengasuhan membantu anak untuk memiliki rasa aman, bertanggung jawab, toleran, menginternalisasi nilai-nilai dan aturan dengan baik serta “self sufficient” dalam kehidupannya.(wis/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI