Anaknya Meninggal karena Kecelakaan, Kabag Protokol Bone Tak Ingin Meninggalkan Kuburnya

Senin, 3 Agustus 2020 17:13
Belum ada gambar

Anaknya Meninggal karena Kecelakaan, Kabag Protokol Bone Tak Ingin Meninggalkan Kuburnya

FAJAR.CO.ID, BONE — Duka mendalam dialami oleh Kepala Bagian Protokol Setda Bone, Barham. Anak pertamanya, Moh Ongkona Bija Manarang telah berpulang ke rahmatullah.

Minggu, 2 Agustus kemarin sekitar pukul 15.30 Wita insiden kecelakaan itu terjadi setelah terjatuh lalu ditabrak mobil dari arah belakang. Ongkona meninggal di tempat, sedangkan temannya dalam keadaan kritis.

Jarum jam menunjukkan pukul 16.00 Wita. Bambang baru mendapatkan kabar tersebut bahwa anaknya kecelakaan. Informasi yang dihimpun, kedua orang tua Ongkona tak mengetahui kalau pergi rekreasi. Mereka baru mengetahui pas kecelakaan.

Senin, 3 Agustus rumah duka di BTN B-one Residence para sahabat ongkona datang. Teman sekolah, guru, Bupati Bone, Ketua PKK, Dandim, Sekda dan pejabat lainnya datang melayat. Semua orang berduka. Apalagi Ongkona dikenal sebagai anak yang cerdas, penyabar, dan berprestasi.

Pukul 12.43 Wita jenazah Ongkona dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Coppomeru, Jl Gunung Rinjani. Ada ratusan motor sahabatnya yang mengantar langsung.

Di sana Bambang berusaha tegar. Menatap anaknya ke liang lahad. Matanya berkaca-kaca. Sesekali menghadap ke langit lalu menutup wajahnya dengan tangan. Air matanya perlahan jatuh saat proses pemakaman.

Pandangan Ketua Dewan Kesenian Bone itu selalu fokus. Menghadap ke bawah melihat anaknya yang terakhir kalinya. Saat proses pemakaman sudah selesai Bambang belum bergeser dari tempatnya semula datang. Berdiri terus.

Usai menaburkan bunga, dan menyiraminya. Ia kemudian duduk. Memperbaiki taburan bunga anaknya, memegang nisannya. Dia pun tak mau bangkit, berulang kali keluarganya membujuknya untuk pulang dia tetap tak mau meninggalkan tempatnya.

Tangisan pecah di kuburan. Istrinya, anaknya, keluarganya, serta sahabatnya. Bambang baru bisa meninggalkan anaknya ketika diangkat oleh dua orang lalu dibawa ke mobil. Sang penyair itu tak lagi bisa berkata-kata. Hanya air mata kesedihan yang bisa dikeluarkan.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menuturkan, hari ini semua berkumpul di rumah Pak Barham untuk sama-sama hadir dalam rangka melepas ke tempat peristirahatan terakhir ananda Moh Ongkona Bija Manarang yang kembali kepada Sang Khalid karena kecelakaan lalu lintas.

“Dalam usia 16 tahun ananda cukup banyak terlibat dalam banyak kegiatan kesiswaan, sebagai generasi yang diharapkan akan menjadi mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan, namun tuhan berkehendak lain. Untuk itulah mari kita mengikhlaskan kepergiannya,” katanya. (agung/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI