Usung Politik Rahmatan Lil Alamin, Dilan Segarkan Kehidupan Beragama di Makassar

Rabu, 5 Agustus 2020 15:45
Belum ada gambar

Harianto Albar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Konsep politik rahmatan lil alamin yang diusung Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) pada Pilwalkot Makassar 2020 mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari kader muda Nahdlatul Ulama (NU), Harianto Albar

Konsep politik rahmatan lil alamin dinilainya mampu menjawab segala permasalahan klasik yang mendera bangsa ini. Tidak terkecuali di Kota Makassar, Sulsel, yang dikenal memiliki problematika kompleks karena kultur yang amat beragam.

Wasekjen DPP BKPRMI ini yakin konsep politik rahmatan lil alamin ala Dilan juga mampu menyegarkan kehidupan beragama di Makassar. Toh, politik rahmatan lil alamin menitikberatkan pada keberpihakan dan kepentingan publik serta kehidupan semesta.

“Patut kita apresiasi konsep politik rahmatan lil alamin yang diusung paket ini (Dilan). Itu artinya paslon ini punya komitmen menghadirkan politik yang mengedepankan kepentingan publik dan kehidupan semesta,” ucap Wasekjend DPP KNPI periode 2018-2021 ini, Rabu, 5 Agustus 2020 ini.

“Konsep ini juga akan mampu menyegarkan kehidupan beragama di Makassar. Kalau dilihat dari latar belakangnya, paket ini bisa merealisasikannya karena mereka representasi dari dua kelompok besar (organisasi Islam),” sambung Ketua HIPMI PT Sulsel 2015-2018 ini.

Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, diketahui merupakan kader tulen Muhammadiyah. Sedangkan, Dokter Fadli bisa dibilang merupakan representasi NU, dimana ayahnya adalah salah satu patron NU Sulsel, Prof Iskandar Idy.

Dilan sendiri diketahui terus menggaungkan konsep politik rahmatan lil alamin dan akan mengimplementasikan dalam program. Hal itu terungkap saat paslon ini bertemu dengan pengurus PKB Sulsel, beberapa waktu lalu.

Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad, sebelumnya menyampaikan konsep politik yang diusung Dilan sama dengan partainya. Azhar menyebut Dilan siap menghadirkan pemerintahan yang melayani masyarakat dan selalu mengutamakan kepentingan publik.

Komentar

VIDEO TERKINI