Realisasi Pendapatan Diskes Sudah Capai Rp43,02 Miliar, Target Rp96,08 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2020 21:06
Belum ada gambar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mencatat realisasi pendapatan di triwulan kedua mencapai Rp43,02 miliar dari target Rp96,08 miliar atau sekitar 44,78%. Baca : Monev Triwulan II Dinas PU Makassar Bahas Program dan SKPD 2020

Kepala Dinkes Kota Makassar, Naisya Tun Azikin menyebutkan ada beberapa hal yang menyebabkan realisasi pendapatan belum capai target. Diantaranya, masih adanya pelayanan kesehatan gratis dan perluasan kerjasama BPJS sehingga berdampak pendapatan di bidang kesehatan.

“Sisa target pendapatan triwulan II Rp53,05 miliar. Jadi kita berharap agar rasionalisasi pendapatan sangat diharapkan,” kata Naisyah, kemarin.

Dia menyampaikan ada beberapa sumber pendapatan Dinkes Kota Makassar. Diantaranya, retribusi layanan kesehatan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Baca Juga : Sejumlah Kepala Pasar Dicopot karena Langgar Aturan

Khusus untuk retribusi layanan kesehatan realisasinya sudah mencapai Rp651,3 juta atau 14,33% dari target Rp4,54 miliar. Artinya masih ada sisa target sebesar Rp3,89 miliar. Itu bersumber dari pendapatan rawat inap JKN Rp118,03 juta, persalinan JKN Rp125,35 juta, JKN non kapitasi Rp273,14 juta, dan keterangan sehat Rp134,79 juta.

“Itu dikarenakan rendahnya kunjungan baik rawat jalan maupun rawat inap umum dan persalinan ke puskesmas selama triwulan ke II,” ujarnya.

Sedangkan pendapatan lain-lain yang sah realisasinya baru mencapai Rp42,37 miliar atau 46,29% dari target Rp91,53 miliar. Masih tersisa Rp49,16 miliar. Capaian itu baru berasal dari tiga sumber pendapatan yakni jasa layanan umum BLUD-RSUD Rp12,81 miliar, pendapatan jasa layanan umum BLUD-Puskesmas Rp17,41 miliar, dan dana kapitasi JKN FKTP Rp12,13 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan menilai capaian realisasi pendapatan Dinkes Kota Makassar terbilang cukup tinggi di triwulan ke II. Apalagi di tengah pandemi saat ini. “Kalau 44% dengan kondisi sekarang itu saya pikir agak lumayan,” singkatnya.(rilis)

Komentar

VIDEO TERKINI