Masjid 99 Kubah Mulai Digunakan, Nurdin Abdullah: Mana Ada Salat Jumat Pakai Undangan?

Selasa, 11 Agustus 2020 15:33

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Belum lama ini, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyayangkan pelaksanaan salat Jumat di Masjid 99 Kubah.

Pasalnya, bangunan material masjid yang masih dalam proses audit konstruksi dan uji kelayakan tersebut, belum rampung hingga saat ini.

Selain audit konstruksi masih dalam tahap proses lanjut, Nurdin juga khawatir akan keamanan para jemaah yang hadir hingga ribuan orang tersebut.

Diketahui beberapa bangunan seperti atap masjid, tempat wudhu, air bersih, toilet hingga basement area di sekitar masjid belum layak untuk digunakan.

Tidak hanya itu, Nurdin Abdullah juga menyoroti pelaksanaan salat Jumat yang menggunakan undangan.

Sebelumnya, kegiatan salat Jumat yang diinisiasi oleh Tim Kaukus Masjid 99 Kubah dan digelar pada pekan lalu (7/8/2020) itu, disebarluaskan melalui undangan dan media sosial.

“Mana ada salat jumat pakai undangan?,” ucapnya, saya ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, pelaksanaan salat jumat tersebut, harus dibicarakan dan dikoordinasikan terlebih dahulu kepada Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Kapan dia (Kaukus) minta audiensi? Itu kita tak pernah dengar. Saya minta kepada yang menamakan kaukus, datanglah ke kita untuk bicara,” bebernya.

Terkait anggaran pembangunan masjid, ia mengaku masih dalam proses penghitungan.

“Inikan dalam perhitungan, kita tidak mau anggarkan misalnya 20 dulu, nanti tahun depan 20 lagi, jangan seperti itu. Kalau kita mau selesaikan satu kali, supaya ini jadi legesi pemerintah,” Tutup Nurdin.

Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR, Haeruddin H mengatakan belum mengetahui kapan target audit teknis pembangunan Mesjid 99 Kubah selesai.

“Ini kan timnya ada beberapa, jadi kami juga belum ada info jelas dari tim-tim ini. Tapi insyaAllah kami selalu koordinasi supaya ada info cepat, sehingga bisa jadi bahan evaluasi bagi pimpinan,” ungkap Haeruddin.

Komentar