Dir PPI: Efek Demo IAS Bisa Malah Menguntungkan Dilan

Rabu, 12 Agustus 2020 14:31
Belum ada gambar

Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras MD,

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Langkah Syamsu Rizal-Fadli Ananda bertarung pada Pilwalkot Makassar 2020 terus diusik. Sejumlah pihak berupaya menjegal pasangan dengan akronim Dilan. Tidak hanya menggoda parpol pengusungnya, seperti PKS dan PKB. Tokoh pendukungnya, seperti Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pun coba diganggu guna membuyarkan perjuangan Dilan. 

Diketahui aksi demonstrasi terhadap IAS mulai marak. Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu coba diganggu karena sudah terang-terangan mendukung dan memenangkan Dilan. Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras MD, berpandangan bahwa IAS diganggu dengan tujuan menggerus elektabilitas Dilan. 

“IAS berdiri di salah satu kandidat. Jadi wajar saja jika beliau terus diganggu. Mengapa diganggu? Ya hal itu bertujuan agar elektabilitas kandidat yang didukungnya turun,” ucap Ras MD, Selasa (11/8/2020).

Hanya saja, Ras MD menganalisa yang luput dari rival Dilan adalah loyalis IAS sangat militan. Mereka tidak terpengaruh dengan gangguan semacam itu. Jika mantan Ketua Partai Demokrat Sulsel itu diganggu, malah pengikutnya semakin merapatkan barisan menunggu instruksi IAS yang tentunya akan semakin kencang memenangkan Dilan. Toh, IAS dikenal merupakan petarung. 

“Hal yang luput diperhatikan rival Dilan, mereka nggak sadar bahwa jika IAS terus diganggu, justru membangkitkan militansi para pengikut IAS. Jika militansi pengikutnya bangkit, mudah bagi IAS mengkonversi suara mereka ke Dilan.”

“Ya jadi menurut pandangan saya, bila sosok IAS terus diganggu, maka makin menguntungkan pasangan Dilan,” sambung Ras MD. 

Lebih jauh, ia memaparkan merujuk hasil analisa riset perihal kekuatan Dilan, selain dukungan terbuka tokoh berpengaruh seperti IAS, ada empat variabel kekuatan lain. Pertama, pasangan representasi Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama ini merupakan antitesa dari kompetitornya dengan brand yang disenangi masyarakat Makassar yakni Somberena’na Makassar. 

Komentar

VIDEO TERKINI