Ponpes IMMIM Putri Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

Jumat, 14 Agustus 2020 09:13
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Santri-santri Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep kembali mondok sejak 9 Agustus lalu dengan protokol kesehatan yang ketat dan harus dipatuhi saat berada di lingkungan pesantren. Mulai dari pintu masuk. Tak boleh ada yang melewati portal tanpa pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan dan barang bawaan.

Selain itu juga diberlakukan protokol kesehatan selain di pintu masuk, juga di kantor, ruang guru, kelas, asrama, masjid dan dapur. Setiap santri diwajibkan untuk jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Terdapat 43 titik tempat cuci tangan yang disiapkan dalam area pesantren. Dipintu masuk sudah ada 4 satpam berjaga bergantian yang sigap memeriksa tamu yang masuk. Bahkan pertemuan perdana dengan orang tua santri juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Para santri juga diwajibkan membawa surat keterangan rapid tes non reaktif saat masuk pesantren dan langsung lockdown, tak boleh keluar, mendekati portal saja tak boleh, juga tak boleh dibesuk.

Pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat ini menjadi contoh pembelajaran ditengah pandemi yang tetap mematuhi protokol kesehatan. Itu dilakukan untuk tetap mencegah penyebaran virus Covid-19.

Bahkan sebelum memasuki Ponpes IMMIM Putri, seluruh ruangan dan lingkungan itu telah dilakukan sterilisasi atas bantuan tim gugus tugas covid-19 Pangkep.

Humas Ponpes IMMIM Putri, Farid M Makkulau menjelaskan, bahwa masuknya santriwati dilakukan secara bertahap, setelah melengkapi semua kebutuhan protokol kesehatan dan kesiapan menjalankan pembelajaran baru. Itupun setelah segala kesiapan itu ditinjau tim gugus tugas covid19 Pangkep.

“Kami sangat senang dapat kembali mondok, walaupun dengan situasi yang sangat berbeda, harus pakai masker, jaga jarak dan dianjurkan untuk selalu cuci tangan. Juga rapid tes sebelum masuk pesantren. Saat pertama masukpun, kondisinya sangat berbeda. Ada pemeriksaan kesehatan yang tidak seperti biasanya yang harus kami lewati,” papar Salsabila, santri kelas VIII ini.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Ponpes IMMIM Putri, Sri Hajati Fachrul Islam, sebelum membuka pesantren, pihaknya mendatangkan Tim Gugus Covid-19 untuk sterilkan lokasi pesantren dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Protokol kesehatan kita berlalukan, seluruh santriwati dan orangtua santriwati wajib pakai masker, wajib menjaga jarak satu sama lain dan memakai face shield dalam lingkungan Ponpes,” tambahnya.(fit/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI