Gara-gara Tak Ada Aturan, Banyak yang Berdatangan hingga Renggut Nyawa Pendaki

Senin, 17 Agustus 2020 21:47
Belum ada gambar

Renggut Nyawa Pendaki

FAJAR.CO.ID, GOWA – Sejak awal, ternyata tidak ada larangan untuk bisa berkunjung ke beberapa destinasi wisata dataran tinggi di Kabupaten Gowa.

Terutama selama masa pandemi Covid-19 ini. Akibatnya, banyak pendaki yang berdatangan untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 75 di beberapa titik. Di antaranya puncak Gunung Bawakaraeng, lembah Ramma, dan Lembanna.

Bahkan ada pula yang nekat masuk melalui jalur yang tidak dipantau oleh petugas, hingga membuat satu orang pendaki tewas akibat kedinginan saat hendak menuju ke puncak gunung tersebut.

Apalagi jalur yang tidak terpantau itu memiliki medan yang cukup berat untuk dilalui bagi para pendaki. Terutama bagi Wawan Kurniawan, 16 tahun.

Warga Kabupaten Bulukumba ini beserta sembilan temannya mulai mendaki melalui Lingkungan Ta’sosok, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai menuju puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

“Kalau larangan memang tidak ada. Beberapa hari yang lalu, setiap pendaki harus pakai masker. Pada intinya tidak ada larangan mendaki selama pandemi ini,” kata Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Senin (17/8/2020).

“Namun diduga korban ini melewati jalur berbeda dan tidak terpantau petugas secara keseluruhan,” sambung perwira tiga balok ini.

Almarhum Wawan meninggal dunia tepat di hari kemerdekaan, pukul 02.00 Wita di pos 10, yang diduga akibat kedinginan selama selama diperjalanan menuju gunung tersebut.

Dia sempat mendapat pertolongan dari Tim SAR dan kembali pulih. Tak lama kemudian, Wawan pun menghembuskan napas terakhirnya di pos tersebut dan pada dini hari itu juga.

“Jenazah korban telah dievakuasi ke Puskesmas Tinggimoncong dan telah diserahkan ke pihak keluarga,” tambah Tambunan.

Komentar

VIDEO TERKINI