Azwar: Makassar Harus Terbebas dari Buta Aksara Al Quran

Sabtu, 22 Agustus 2020 15:40

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Berangkat dari keprihatinan terhadap masih banyaknya umat Islam yang buta aksara baca tulis Al Quran, Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Azwar ST menggelar dialog penyebarluasan Sosialisasi Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2012, tentang Baca Tulis Al Quran.

Dialog yang menghadirkan pemuka agama sebagai pembicara diantaranya Ustaz Anwar Faruq dan Ustaz Hadi Ibrahim Baso ini digelar di Hotel Grand Town, Sabtu (22/8/2020).

Dalam pemaparannya, Azwar memaparkan alasan dirinya mengusung tema baca tulis Al Quran pada gelaran dialog kali ini. Ia memandang, Makassar adalah serambi Madinah. Sehingga tidak boleh lagi ada satupun umat Islam khususnya di Makassar buta baca dan tulis Al Quran.

“Makassar adalah serambi Madinah. Ini berkaitan dengan umat Islam. Kita ingin menyampaikan bahwa peraturan ini bertujuan untuk membebaskan Kota Makassar dari buta aksara baca tulis Al Quran,” ungkap Azwar.

Ia mengatakan, bukan hal tabu lagi bahwa banyak ditemukan di lapangan genarasi umat Islam tidak bisa membaca Al Quran. Sungguh menyedihkan memang. Sehingga dirinya bertekad, amanah sebagai wakil rakyat di parlemen, Azwar akan meningkatkan meningkatkan dari sisi penyusunan peraturan dan anggaran untuk membebaskan Makassar dari buta aksara Al Quran.

Ustaz Anwar Faruq menambahkan, Alquran adalah buku petunjuk penggunaan dari hidup manusia sebagai makhluk berakal dan beriman.

“Al Quran menuntun kita pada kebahagiaan kita baik di dunia dan menolong kita di akhirat. Alquran memberi syafaat bagi yang rutin membacanya,” tegas Anwar.

Anwar juga menekankan, Pemerintah Kota Makassar punya kewajiban menyediakan guru mengaji di sekolah umum dan negeri, tujuannya agar Al Quran terus membumi. Serta di tingkat-tingkat tertentu ada sertifikat yang dikeluarkan sekolah.

Komentar