Tim Peneliti Unhas Ajari Nelayan Takalar Buat Lotion dan Sabun Mandi dari Rumput Laut

Senin, 24 Agustus 2020 09:29
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, TAKALAR– Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin yang diketuai oleh Kasmiati bersama dengan mahasiswa sebagai tenaga bantu melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah rumput laut di Dusun Puntondo Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar.

Kegiatan berlangsung dalam dua tahap 8 dan 22 Agustus 2020 dengan mitra Kelompok Wanita Citra Pesisir sebagai peserta penerima program. Antusias peserta yang berjumlah 10 orang tidak lepas dari dukungan Kepala Desa Laikang, Amir dan Ketua Darmawanita Kecamatan Mangarabombang yang menyempatkan diri hadir pada kegiatan tahap pertama.

Tahap pertama kegiatan yang didanai oleh Badan Riset Nasional (BRIN) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Republik Indonesia adalah penyuluhan diversifikasi produk berbasis rumput laut disesuaikan dengan potensi daerah setempat dimana sebagian besar warga Laikang bermata pencaharian sebagai pembudidaya rumput laut. Demonstrasi pembuatan lotion dan sabun mandi rumput laut oleh tim peneliti mendapat perhatian penuh dari peserta pelatihan.

Tahap kedua program yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unhas tersebut adalah difokuskan pada kemandirian anggota kelompok membuat kedua jenis produk yang dilanjutkan dengan pengemasan dan pemberian label yang menarik.

“Lotion dan sabun mandi rumput laut selain digunakan sendiri oleh peserta untuk membersihkan, melembabkan dan menjaga kesehatan kulit juga dapat dijual khususnya di objek-objek wisata yang ada dalam wilayah Kabupaten Takalar. Hal ini akan menjadi cikal bakal wirausaha berbasis sumberdaya alam bagi masyarakat pesisir,” kata Kasmiati.

Kegiatan berlangsung meriah meskipun dalam suasana pandemik Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi semua yang terlibat yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan dilaksanakan di tempat terbuka.

“Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal bagi mitra untuk membuat produk turunan rumput laut sebagai sumber penghasilan alternatif untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” tutup Kasmiati. (rls/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI