Cegah Stunting, Dekan FKM UMI Sosialisasikan Produk Olahan Kelor

Senin, 31 Agustus 2020 09:04

FAJAR CO.ID,MAKASSAR– Terdapat beberapa julukan untuk pohon kelor, antara lain; The Miracle Tree,Tree For Life dan Amazing Tree. Julukan tersebut muncul karena bagian pohon kelor mulai dari daun, buah, biji, bunga,kulit, batang, hingga akar memiliki manfaat yang luar biasa.

Tanaman kelor (Moringa Oleifera Lamk) merupakan bahan makanan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan bagi ibu-ibu yang sedang menyusui, maupun pada anak balita yang mengalami stunting sebagai langkah preventif yang dilakukan oleh pemerintah.

Di Desa Tonasa, Pangkep. Sulsel, kelor dipakai untuk meningkatkan derajat kesehataan masyarakat Desa Tonasa. Untuk itu beberapa waktu lalu Dekan FKM UMI, Dr. Suharni A. Fachrin bersama dosen FKM UMI Dr. A Nurlinda memberikan edukasi di desa tersebut.

Dekan FKM UMI, Dr. Suharni A. Fachrin mengatakan demi pencegahan stunting ia melakukan edukasi tentang pemanfaatan olahan dari daun kelor. Ia memberikan informasi tentang manfaat variasiolahan daun kelor yang bergizi tinggi dan enak di konsumsi.

“Kami melakukan juga pendampingan pembuatan tepung kelor dan kripik kelor sebagai usaha meningkatkan pendapatan dan produktivitas bagi pengelola Homemade,”ucapnya.

Lanjutnya, selama ini pengunaan daun kelor hanya dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung untuk dimasak menjadi sayur yang langsung dikonsumsi. Manfaat daun kelor yang begitu besar, menjadikan sebuah inovasi baru dalam bidang pangan.

Dimana tepung daun kelor dapat dimanfaatkan untuk menambah nutrisi pada tortila jagung, yang akan dijadikan makanan ringan yang disukai oleh segala lapisan masyarakat serta bermanfaat juga untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

“Dalam 100 gram daun kelor mengandung zat besi setara dengan 200 gram daging sapi segar. Dalam bentuk serbuk, 50 gram serbuk daun kelor untuk ibu hamil mengandung 94 % zat besi,”ucapnya.

Komentar