Jadi Narasumber Simposium Virtual Unhas, Wagub Paparkan Kesiapan Pemprov Hadapi Covid-19

Rabu, 2 September 2020 12:45
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, TORAJA – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman kembali berkantor di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan Perwakilan Kabupaten Tana Toraja, Selasa (1/9/2020).

Orang nomor dua di Sulsel itu berkantor di Toraja dalam menghadiri Simposium Nasional Kesehatan, Ketahanan Pangan dan Kemiskinan secara virtual melalui aplikasi Zoom, Selasa, 1 September 2020.

Sebelumnya, 31 Agustus 2020, Wagub Sulsel berkantor dan mengikuti Rapat Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Sensus Penduduk September 2020 Provinsi Sulsel secara virtual.

Simposium ini dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin. Dengan tema “Mengokohkan Peran Unhas Sebagai Humaniversity dalam Adaptasi Kebiasaan Baru”. Yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Dikesempatan itu, Wagub Sulsel menjadi salah satu narasumber dengan membawakan topik “Kesiapan Pemerintah Sulsel Menghadapi Pandemi Covid-19”.

Andi Sudirman mengaku, bahwa dirinya hadir mewakili Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. “Kami bersama bapak Gubernur selalu berkomitmen untuk menjamin dalam menghadapi dan pencegahan Covid-19, serta dalam beradaptasi kebiasaan baru,” ujarnya.

Dirinya menyebut, bahwa pandemi covid-19 ini mulai muncul di Sulsel pada bulan Maret lalu. Awal masuknya Covid-19 di Indonesia, kata dia Pemprov Sulsel bergerak cepat. Dengan melakukan konsolidasi lintas instansi, pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, serta melakukan kebijakan refocusing (realokasi) anggaran kerjasama dengan lintas sektor.

Pemprov Sulsel pun melakukan upaya dengan menggelar rapat maraton membuat kebijakan untuk proses pemulihan penanggulangan Covid-19. Serta melakukan rehabilitasi pembangunan rumah sakit di Sulsel untuk penanganan Covid-19.

Mengingat Pemprov Sulsel menyiapkan rumah sakit rujukan menangani pasien Covid-19 di Makassar. Namun masih ada beberapa RS di daerah yang memiliki RS untuk melayani pasien Covid-19. Dan rujukan dilakukan jika RS daerah tidak cukup memadai atau tidak bisa menangani pasien Covid-19.

Komentar

VIDEO TERKINI