Valensi Intelektual

Kamis, 3 September 2020 08:34

Hasrullah

Oleh: Hasrullah

Asal kata Valensi berasal dari Bahasa Latin Valentia yang berarti kekuatan (power) atau kapasitas (capacity). Jadi, Valensi merupakan kekuatan dari elemen-elemen dalam kombinasi atom (Kubik Leadership 2009).

Bagaimana dengan makna intelektual? Gunarsa(1991) memberi batasan, intelektual merupakan kemampuan seseorang untuk memperoleh ilmu pengetahuaan dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah yang timbul.

Jadi makna valensi intelektual itu gabungan dari kekuatan dan kapasitas berpikir untuk memecahkan masalah yang dihadapi di lapangan atau masyarakat.

Jadi seorang intelektual tentu mempunyai takaran, tidak hanya digunakan untuk memecahkan masalah tapi juga kemampuan dimiliki seseorang untuk melakukan perubahan. Oleh karena itu, intelektual terkadang menghadapi tekanan dari penguasa karena dilihat dari perspektif yang berbeda.

Padahal intelektual juga harus melakukan pemaksaan rena value atau nilai yang diperjuangkan adalah kebenaran dan keadilan. Jadi, kalau ada intelektual “memaksa” terhadap adanya nilai yang diperjuangkan tentu cara itu dilakukan karena terminologi kebenaran harus tetap diteriakkan sepanjang itu kepentingan publik atau umat.

Sementara itu, Julien Benda dengan bukunya yang sangat popular “La Trahision Des Clercs” (1930) menyebutkan bahwa kaum intelektual selalu bergelut dengan wacana dan diskursus yang mampu memberikan pencerahan bagi kehidupan masyarakat dan tetap tidak berkhianat.

Maka dari Itu, dosa besar seorang intelektual bila mengetahui kebenara yang hakiki, tapi intelektual itu takut mengungkapkan dan menyatakan dengan “pedang kebenaran”. Intelektual sejati tidak boleh diam jika ada kebenaran ditegakkan.

Sebagai contoh, kalau ada konflik antara rakyat dan penguasa didekati dengan komunikasi satu arah atau menurut persepsi satu arah. Karena, komunikasi satu arah biasa menekan rakyat dengan berdalil itu suara Tuhan. Padahal Itu Suara penguasa. Disi tulah pentingnya dialog atau komunikasi dua arah agar kita me ngetahui suara rakyat suara “Tuhan” (baca:suara kebenaran).

Komentar