Wagub Sulsel Ikuti Webinar Dialog Kebangsaan dari Palopo untuk Indonesia Maju

Kamis, 3 September 2020 12:05
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti Webinar Dialog Kebangsaaan: dari Palopo untuk Indonesia Maju, Rabu (2/9/2020).

Webinar yang digelar oleh Milenial Rantau Palopo yang dilakukan melalui virtual aplikasi zoom.

Dalam Dialog virtual melalui zoom ini menghadirkan Keynote Speaker, Juru Bicara Presiden RI, M. Fadjroel Rachman. Serta dihadiri oleh Walikota Palopo, M. Judas Amir.

Webinar yang dipandu moderator oleh Rahmat Al Kafi (Milenial Rantau Palopo/Ketua Umum PB IKAMI Sulsel). Dengan narasumber yakni Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso; Ketua Dewan Pembina Yayasan To’Ciung, Mansyur Ramly; Milenial Rantau Palopo/Founder Generasi Literat, Milastri Muzakkar; dan Komunitas Palopo Heritage Society, Zulham Hafid.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa Presiden RI, Joko Widodo telah mencanangkan Indonesia Maju.

“Dengan menginstruksikan bagaimana reformasi birokrasi itu adalah pangkal dari segalanya untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam sebuah program-program. Sehingga pembebanan kepada negara sebagai pelayan rakyat tidak membebani, sehingga lebih banyak dan jauh lebih terlihat untuk masyarakat,” jelasnya.

Andi Sudirman mengaku, bahwa Pemprov Sulsel selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan hal itu.

“Kami bersama Pemerintah Pusat bergandengan tangan selalu untuk menunggu arahan dan juga bergerak bersama-sama dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi yang dijalankan oleh sebuah desain, bukan aktor,” katanya.

Pada hakikatnya, reformasi birokrasi sebagai upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.

“Saat ini, kami di Pemprov Sulsel melakukan efektivitas dan efisiensi penganggaran dengan melakukan reformasi di sistem pemprograman di badan perencanaan anggaran,” ujarnya.

Komentar