Stok Darah Makin Menipis, Jenggala Sulsel Gelar Aksi Donor Darah Massal

Kamis, 10 September 2020 17:00
Belum ada gambar

Ketua Perempuan Jenggala Sherly Farouk (empat kanan) menggelar jumpa pers Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia di Cafe Mama Jl Bau Mangga Kamis, 10 September. Donor darah ini akan diadakan Sabtu akan datang di Lapangan Tertutup Karebosi -- TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Guna memenuhi persediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel, Organisasi Perempuan Jenggala Sulawesi Selatan akan menggelar aksi donor darah massal pada Sabtu, 12 September 2020 di PMI Sulsel, Jalan Lanto Dg Pasewang, pukul 09.00 Wita.

Kegiatan yang diinisiasi oleh perempuan ini, akan melibatkan 100 peserta perempuan. Selain membantu PMI untuk menyediakan stok darah yang mulai menipis, Jenggala Sulsel juga berinisiatif menggelar kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah.

“Organisasi ini kita memback-up apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ucap Ketua Jenggala Sulsel, Sherly Farouk, pada konferensi pers, Kamis (10/9/2020).

Sherly menyebut, kegiatan yang digelar ketiga kalinya ini, cukup berbeda dengan dua kegiatan donor darah sebelumnya.

Pasalnya saat ini, Sulsel dan hampir seluruh negara tengah dilanda wabah virus Corona dan berdampak pada kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang harus ditunda. Kegiatan ini juga diselenggarakan serentak secara nasional oleh Jenggala.

“Kami kemarin juga sudah siap untuk menggelar kegiatan sunatan massal tapi karena pandemi makanya kita pending dulu, kita lihat situasi kalau sudah mulai aman baru kita lakukan,” beber Sherly.

Bahkan, ia menuturkan peserta donor darah massal tidak akan dirapid tes. Menurutnya, usai berbincang dengan dokter yang ahli dibidangnya, Shely menjelaskan virus Covid 19 tidak akan berpindah melalui darah, melainkan lewat droplet dan udara.

Sebelumnya, sejak adanya wabah pandemi masyarakat mulai khawatir dengan berbagai alat medis termasuk tim medis yang sering berkontak langsung dengan pasien Covid 19. Termasuk ketika melihat tim medis menggunakan pakaian hazmat.

Banyak masyarakat yang takut ke rumah sakit, bahkan untuk dirapid tes pun sebagian besar menolak. Itu disebabkan, salah satunya karena masyarakat kekhawatiran akan menularnya wabah virus Covid 19.

Komentar

VIDEO TERKINI