Desa Nol Stunting Diberikan Penghargaan, Ini Strategi Bappeda Bone

Senin, 14 September 2020 16:47

FAJAR.CO.ID, BONE — Pemerintah daerah Bone dalam menekan angka stunting punya strategi khusus. Desa yang tidak memiliki stunting akan diberikan penghargaan.

Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Budaya Bappeda Bone, Mursakin mengutarakan, setelah melakukan program pencegahan stunting tahun ini melalui program 20 indikator, dari 372 desa dan kelurahan setelah di monitoring dan evaluasi lapangan sudah lebih 50 persen desa dan kelurahan nihil stunting.

“Diperkirakan diakhir tahun 2020 balita stunting hanya 17 sampai 20 persen saja,” katanya Senin (14/9/2020).

Karena kata dia, semua desa dan kelurahan dalam RPKDesnya telah mengalokasikan anggaran khusus pencegahan stunting. Data terakhir stunting 374 anak atau 38 persen dari jumlah totalnya 906 anak. Menurun dari tahun sebelumnya yang jumlahnya 43 persen.

Upaya pemerintah Bone dengan mengeluarkan Perbup no 3 tahun 2020 tentang peran desa dan kelurahan dalam pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi. Mendesak setiap Desa dan kelurahan melakukan rembuk stunting, dan memberika penghargaan pada desa yang berhasil mencegah stunting di wilayahnya.

“Tahun lalu yang diberikan penghargaan adalah juara 1 Desa Samaenre Kecamatan Tellilimpoe, juara 2 Desa Tondong Kecamatan Tellulimpoe, juara 3 Desa Matajang Kecamatan Kahu. Untuk tahun ini akan diumumkan di akhir tahun,” jelasnya.

Sementara Kepala Bappeda Bone, Ade Farid menambahkan, dalam menekan angka stunting ada 8 aksi secara nasional yangg diimplementasikan sampai tingkat bawah.

Mulai dari melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi. Menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.

Kemudian menyelenggarakan rembuk stunting, memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi. Memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi di tingkat desa.

Komentar