Kelas Motivasi Himaikom Fisip UIM Dipandu Penyandang Disabilitas

Selasa, 15 September 2020 21:32
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar (Himaikom Fisip UIM) sukses melaksanakan program kerja tahunannya setelah sekian lama terhambat oleh pandemi covid-19.

Program kerja yang dijalankan kali ini berasal dari departemen sosial yakni Lintas Komunikasi Mengajar di Kampung Amanah, Aroepala, Selasa (15/09/2020).

Dalam kesempatan ini, sebanyak 25 orang pengurus Himaikom Fisip UIM dilepas oleh Wakil Dekan III Fakultas Sospol UIM untuk terjun langsung ke lokasi mengajar.

“Ini merupakan program kerja terakhir dari departemen sosial Himaikom Fisip UIM yang seharusnya sudah terlaksana beberapa bulan lalu namun karena pandemi jadinya terhambat dan baru terlaksana sekarang,” ungkap Ardiansyah selaku Koordinator Departemen Sosial Himaikom Fisip UIM.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan di lokasi mengajar yaitu penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masa pandemi covid-19 dan kelas motivasi. Sasaran yang diharapkan dalam kegiatan ini merupakan anak-anak kecil yang tidak dapat mengenyam pendidikan dibangku sekolah.

Diketahui, kegiatan yang dilaksanakan kali ini cukup unik dan berbeda dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Pasalnya, pengajar dalam kelas motivasi dipandu oleh salah satu pengurus Himaikom Fisip UIM yang merupakan penyandang disabilitas namun memiliki segudang keahlian di bidang seni.

Kelas motivasi yang dipandu oleh Ismail beserta teman-teman penyandang disabilitasnya diisi dengan permainan alat musik seperti gitar, keyboard, dan cajon. Selain untuk menghibur, juga untuk membangkitkan semangat anak-anak disana agar tetap terus mengejar impian meski memiliki keterbatasan.

Sementara itu, di dalam kelas PHBS, anak-anak diajarkan bagaimana untuk mencuci tangan dengan sabun yang benar sesuai anjuran dari WHO, dan penerapan-penerapan protokol kesehatan lainnya seperti menggunakan masker, menjaga jarak satu sama lain dan tidak bersentuhan fisik secara langsung demi memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Komentar

VIDEO TERKINI