Samsat Gowa Layani Wajib Pajak di Rindam Pakkatto

Selasa, 22 September 2020 16:16
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, GOWA – Samsat Gowa Selasa 22 September 2020 hadir di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XIV / Hasanuddin, Pakkatto, Gowa.

Kehadiran Samsat Gowa di Rindam untuk memberikan pelayanan kepada anggota TNI di Rindam XIV/Hasanuddin yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan.

“Atas permintaan Komandan Rindam, hari ini kami hadir di Rindam XIV untuk memberikan pelayanan kepada anggota TNI yang akan membayar PKB. Mereka mempunyai banyak kegiatan sehingga sulit meninggalkan asrama, karenanya kami yang datang,” kata Kepala UPT Pendapatan Wilayah Gowa Andi Zulkarnain Malik, Selasa 22 September 2020.

Ia menambahkan, petugas Samsat Gowa siap mendatangi komunitas yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor. Syaratnya wajib pajak yang akan membayar PKB lebih dari satu orang.

Pembebasan Denda

Gubernur Sulsel membebaskan wajib pajak dari kewajiban membayar denda pajak jika nilai jual kendaraan yang telah ditetapkan dibawah Rp150 juta, termasuk sepeda motor.

Pemerintah juga menghapuskan pajak progresif untuk kendaraan plat kuning angkutan penumpang. Angkutan barang plat kuning dan plat hitam yang terdaftar atas nama pribadi juga dihapuskan pajak progresifnya.

Gubernur melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel membatasi pemberian insentif ini hanya selama 29 hari, berlaku mulai 1 -29 September 2020.

Adapun batas waktu yang ditetapkan oleh Gubernur hingga 29 September juga akan melihat perkembangan kondisi yang ada apakah diperpanjang atau tidak.

“Pokoknya akan kita lihat kondisinya, yang pasti pemerintah hadir tentu akan menjadi support masyarakat. Kita tidak akan hadir untuk menyulitkan masyarakat,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Bupati Barru, Jumat, 28 Agustus lalu.

Hal terkait pembebaskan wajib pajak dari kewajiban membayar denda pajak ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sulsel nomor 119/VIII/2020 tentang Pemberian Insentif Pajak Kendaraan Bermotor di Sulsel.

Pemberian insentif pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dimaksud adalah

  1. Pembebasan denda PKB dan atau pembebasan tarif PKB progresif terhadap kendaraan bermotor yang akan melakukan Bea Balik Nama Penyerahan Kedua (BBNKB II) dan seterusnya.
  2. Pembebasan denda PKB dan tarif PKB progresif terhadap kendaraan bermotor umum angkutan umum orang/penumpang.
  3. Pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor terhadap kendaraan bermotor yang nilai jualnya Rp 150 juta ke bawah yang diatur berdasarkan Peraturan Gubernur yang berlaku.
  4. Pembebasan denda PKB terhadap kendaraan bermotor mutasi masuk.
  5. Pembebasan tarif progresif terhadap kendaraan angkutan barang yang terdaftar atas nama pribadi.

Sebelumnya Pemprov Sulsel juga menggelar pemberian insentif pembebasan denda PKB pada pemilik kendaraan bermotor di Sulsel mulai 1 Januari sampai 29 Juni 2020.

Namun Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memperpanjang masa berlakunya hingga 30 September 2020 berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 1574/VI/Tahun 2020.

Adapun yang dibebaskan adalah denda pajak kendaaan mulai Januari 2020 sampai dengan tanggal pembayaran, sepanjang pembayaran tersebut belum lewat dari tanggal 29 September 2020.(rls)

Komentar

VIDEO TERKINI