Ponsel Digantung di Leher, Gaya Nyentrik Bupati Sinjai di Masa Pandemi Covid-19

Sabtu, 17 Oktober 2020 14:57

FAJAR.CO.ID, SINJAI – Ada penampilan berbeda pada keseharian Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) sejak beberapa bulan terakhir. Dia selalu menggunakan tali gantungan gawai ketika tampil di muka umum.

Kebiasaan baru itu dilakukan sang Kepala Daerah saat menghadiri kegiatan resmi maupun dalam suasana santai. ASA selalu terlihat dengan telepon pintar yang tergantung di lehernya.

Gantungan handphone itu pun membuat penampilan alumni magister Monash University Melbourne Australia ini tampak nyentrik layaknya anak muda zaman kekinian.

Bupati ASA membeberkan alasan memakai aksesoris gantungan gawai karena salah satu cara untuk mencegah dirinya tertular virus korona.

Kata dia, kebanyakan orang tanpa menyadari sering meletakkan gawai di tempat-tempat umum. Misalnya, di meja gedung atau di meja cafe atau fasilitas umum yang lain.

Padahal, hal itu bisa menjadi media penularan Covid-19, jika meja itu sudah terkena dahak atau cairan bersin dari orang terpapar virus korona. Lalu memegang gawai tanpa mencuci tangan.

“Coba pikir ya, ponsel kalau diletakkan di meja yang sudah terkena batuk dari orang terpapar Covid-19, setelah itu HP-nya kita pegang lagi kemudian lupa atau tidak menggunakan hand sanitizer, kemudian kita memegang hidung atau mata, kan bisa ikut terpapar virus juga,” kata ASA

Menjabat kepala daerah, ASA memang selalu melakoni aktifitasnya dengan bertemu banyak orang. Meski saat menghadiri acara pemerintah daerah yang sejatinya sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan, tapi bagi bupati yang satu ini, itu belum cukup.

“Saya memang selalu berupaya untuk berprilaku hidup bersih setiap waktu apalagi di tengah pandemi corona seperti sekarang ya harus steril, termasuk memastikan kebersihan smartphone atau benda lain yang saya pegang,” tegasnya.

Oleh karena itu, Bupati ASA mengajak masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Dengan menerapkan 3 M yang terdiri dari, memakai masker dengan benar jika terpaksa keluar rumah,

Kemudian, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin atau menggunakan hand sanitizer. ” Virus korona tidak boleh dianggap remeh, lindungi keluarga tercinta kita dari paparan Covid-19,” tuturnya.

Diketahui, handpone merupakan salah satu benda yang sering berada di sekitar kita. Intensitas pemakaian handphone pun dinilai tinggi. Bahkan layar handphone sering kotor karena terlalu sering disentuh.

Berdasarkan data yang diteliti oleh jurnalis kesehatan dari Seattle Times seperti dilansir Kompas.com (26 Maret 2020), ada 25.127 bakteri yang menempel pada ponsel. Temuan ini tentunya harus membuat kita lebih berhati-hati dalam memegang HP, terlebih di saat virus corona tengah menyebar.

Sementara itu, peneliti bidang mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Sugiyono Saputra, PhD mengungkapkan, permukaan layar handphone yang kotor apalagi terkontaminasi droplet (dahak) penderita Covid-19 dapat menularkan virus corona.

“Virus corona dapat menular melalui handphone jika handphone-nya terkontaminasi droplet dari penderita, kemudian kita pegang handphone orang tersebut, lalu kita sentuh area mulut atau hidung kita tanpa mencuci tangan terlebih dahulu,” ujar Sugiyono seperti diberitakan Kompas.com, Kamis 5 Maret 2020.

Lantaran handphone diketahui dapat menularkan virus corona bila terkena droplet penderita Covid-19, Sugiyono bahkan menyebutkan pentingnya untuk menjaga kebersihan gadget secara rutin dengan cara, antara lain; membersihkan HP menggunakan tisu disinfektan khusus gadget dan memakai kain microfiber yang disemprotkan alkohol 70 persen. (sir)

Komentar

VIDEO TERKINI