Oase di Tengah Pandemi

  • Bagikan

Meski demikian, dibandingkan saat awal mula Gojek masuk ke Makassar, penghasilannya tidak sama dengan saat ini. Ia berharap, situasi segera membaik agar kembali bisa menikmati bonus-bonus yang sempat ia dapatkan dahulu.

Fendi masih ingat sesaat setelah ia mendaftar sebagai pengemudi Gojek di Jalan Boulevard, Makassar, 2015 silam. Sejumlah bonus menggiurkan selalu ia dapatkan usai mencukupkan target orderan. Itu berlangsung lama. Dengan 30 poin, ia sudah bisa memastikan bisa membawa bonus Rp200 ribu pulang ke rumah. Tentu saja itu di luar dari pendapatannya dari pelanggan.

“Saya harapkan pandemi ini cepat selesai. Gojek makin dicintai, makin sukses, sehingga driver bisa mendapatkan tambahan bonus lagi,” imbuh pria yang tinggal di Jl Antang Raya, Pannara, Kota Makassar ini.

Ada dua istilah mengenai interval orderan yang masuk ke aplikasi pengemudi, menurut Fendi, yakni gacor dan gagu. Gacor mewakili aplikasi yang dalam sehari, orderan masuk begitu sering alias banyak mendapat pesanan. Untuk gagu, merupakan istilah bagi aplikasi pengemudi dengan persentase orderan dari pelanggan, rendah alias kurang.

Fendi berharap, akunnya tetap gacor. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena telah adanya jaminan pendapatan minimal Rp130 ribu ketika orderan yang ia dapatkan tak mencapai angka itu. Baginya, bentuk perhatian seperti itu yang tetap menjaga dapur istrinya tetap mengepul di rumah.

Bagi pelanggan, Fendi juga berani meyakinkan bahwa orderan yang ia terima bebas dari virus. Alasannya, model penerapan protokol kesehatan benar-benar ia terapkan. Mulai rutin mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Sistem ini juga didukung oleh penyedia makanan yang menerapkan protokol serupa ketika pelanggan memesan.

  • Bagikan