Gelombang Tinggi, Nelayan Tunda Melaut

Selasa, 1 Desember 2020 15:11

Ratusan perahu disandarkan di tepian Sungai Jeneberang menungu cuaca membaik Senin, 30 November -- TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Memasuki musim hujan, gelombang laut pun ikut meninggi. Dalam tiga hari terakhir ini tercatat perairan Makassar dan sekitarnya dalam status moderat sea di mana ketinggian gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Data yang dilansir dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, menunjukkan curah hujan dasarian tiga di Makassar berada di atas 50 milimeter. Angka tersebut diprediksi akan terus naik pada Desember hingga Januari 2021.

Tingginya curah hujan dan gelombang membuat sebagai besar nelayan memilih tidak melaut. Asalannya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Salah seorang nelayan, Razak mengatakan, sudah tiga hari terakhir ini banyak nelayan yang tidak melaut. Utamanya kapal yang berukuran kecil. Dia memilih menambatkan kapalnya di pelabuhan Paotere.

“Iye hari ini saya juga tidak melaut, tinggi ombak dan selalu hujan kalau malam. Lebih baik tunggu cuaca agak stabil baru kembali melaut,” kata Razak, Senin 30 November.

Prakirawan BBMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami mengatakan, wilayah Makassar sudah masuk musim hujan. Curah hujan per dasarian tiga November tercatat berada diatas 50 mili meter.

Hujan akan terus turun hingga Januari tahun depan. Khusus untuk wilayah Makassar puncak musim hujan akan terjadi pada Desember hingga Januari. Hal tersebut ada peningkatan curah hujan hingga 40 persen dari keadaan biasanya.

“Status La Nina yang sampai tahun ini moderat, sehingga cukup besar penambahan curah hujan cukup tinggi, yakni 40 persen,” ucapnya.

Nur Asia menghimbau, agar nelayan untuk selalu memantau kondisi cuaca terbaru sebelum melaut. Prakiraan cuaca selalu diluncurkan satu hari sebelumnya.

Komentar