Ekonomi 2021

Senin, 14 Desember 2020 17:04
Belum ada gambar

Oleh: Marsuki(Guru Besar FEB Unhas dan Rektor IBK Nitro)

FAJAR.CO.ID — Tidak terasa akhir 2020 hampir tiba, dan kini menjelang 2021. Banyak hal terjadi selama setahun yang terasa dan membekas dalam banyak aspek kehidupan manusia seantero dunia.

Pencetusnya, peristiwa besar yang sebelumnya tidak terbayangkan, pandemi Covid-19. Banyak harapan pandemi akan berlalu setelah vaksin ditemukan, tetapi tampaknya berita kepastiannya di berbagai belahan dunia belum jelas.

Kendati demikian, bukan berarti segala usaha yang dilakukan tidak bermanfaat. Di balik kesulitan yang dialami dan mungkin masih akan dialami, tetap banyak harapan baik yang akan diraih. Selama tetap percaya masa depan akan selalu menjadi yang terbaik.

Secara global banyak masalah yang terjadi di dunia sebelum pandemic Covid-19. Perekonomian menghadapi berbagai macam masalah berat, mulai krisis keuangan, krisis utang luar negeri, normalisasi The FED, dan perang dagang Amerika-Tiongkok, sampai persoalan geopolitik internasional dan tekanan sosial domestik.

Akibatnya, menjelang memasuki 2020, perekonomian secara global mulai mengalami pelemahan. Covid-19 merebak, dampaknya makin memukul banyak aktivitas masyarakat. Wujudnya berupa krisis kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan.

Secara makro tercemin dari pertumbuhan ekonomi seluruh dunia ambruk. Tumbuh negatif, kecuali ada sedikit kasus negara masih tumbuh positif, meski sangat rendah dan tidak stabil. Masalahnya, dari berbagai persoalan yang belum selesai, diperkirakan bahwa setelah fase pandemi selesai, persoalan besar lain sudah menanti.

Misalnya, dampak perubahan iklim dan disrupsi teknologi yang besar. Sehingga mengharuskan peta kebijakan ekonomi bangsa-bangsa di seluruh dunia harus berubah secara dramatis. Jika tidak, ekonomi mengalami kemuduran.

Jalan keluarnya hanya satu cara, mau dan siap berubah sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah para pengambil kebijakan dan masyarakat umumnya dapat dan perlu memetakan kondisi riil yang dihadapi.Kemudian menyusun rencana kerja yang dilakukan. Dalam kasus Indonesia, faktanya, Covid-19 trennya masih eskalatif baik yang terpapar maupun yang meninggal. Syukurnya, aktivitas masyarakat mulai membaik walaupun masih terbatas.Sehingga konsumsi masyarakat kebanyakan mulai meningkat. Juga berkat program perlinsos pemerintah, meskipun konsumsi masyarakat menengah ke atas terbatas. Dampaknya, kinerja sektor produktif, khususnya UMKM mulai membaik yang didukung kebijakan stimulus.

Komentar

VIDEO TERKINI