Masuki Tahun Ketiga Karantina Tahfizh Nasional Darul Istiqamah

Selasa, 15 Desember 2020 14:02

Karantina Tahfizh Nasional Darul Istiqamah di tahun ketiga telah memiliki alumni 973 dari berbagai daerah di Indonesia dan juga luar negeri.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Karantina Tahfizh Nasional Darul Istiqamah di tahun ketiga telah memiliki alumni 973 dari berbagai daerah di Indonesia dan juga luar negeri.

Lembaga penghafalan Al-Qur’an sistem cepat dengan Metode Yadain sejak 5 Desember 2018 hadir di Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

“Pesertanya dari Aceh Darussalam hingga Papua, bahkan sejumlah peserta berasal dari Brunai, Malaysia, bahkan dari Amerika Serikat. Total alumni yang telah mengikuti program hafal Qur’an sebulan ini berjumlah 973 orang. Alhamdulillah,” Pembina KTN Darul Istiqamah, Azizul Mansyur Semma.

Jika selama ini dilaksanakan di Taeng, Gowa dan memasuki tahun ketiga ini karantina akan hadir di ibu kota Provinsi Sulsel, Kota Makassar. Untuk angkatan ke-16 ini karantina akan dilaksanakan selama 35 hari di Pesonna Makassar.

Konsep program Hafal Qur’an Sebulan KTN adalah sebagai bentuk ikhtiar mengantarkan para peserta tanpa memandang usia untuk menjadi hafizh Al-Qur’an.

“Program ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga program mulia telah diikuti oleh peserta mulai dari usia 7 tahun sampai ada yang berusia 67 tahun,” sebutnya.

Apresiasi ini datang dari berbagai pihak, khususnya pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Agama Provinsi Sulsel, dan sejumlah lembaga dan organisasi Islam di daerah ini.

Lanjut, Azizul bahwa visi KTN Tahun 2030 minimal setiap keluarga muslim satu hafizh/ hafizhah.

“Tidakkah kita mendambakan anak-anak shaleh kita yang menghiasi rumah kita dengan bacaan merdu ayat-ayat mulia yang mereka hafalkan?,” ucapnya.

Dengan buah hati menjadi seorang penghafal Qur’an maka harapan dan diyakini sebagai kunci kesuksesan dunia dan akhirat.

Komentar