Hunian Komersial, Laris di Akhir Tahun

Kamis, 17 Desember 2020 15:43
Belum ada gambar

Maket Citraland Kawasan CPI. (Foto Idham/fajar)

Sebelum berbicara soal kemudahan memiliki hunian, kehadiran vaksin menjadi salah satu aspek yang fundamental. Makanya, pelaku usaha sangat menantikan proses distribusi vaksin. “Kalau vaksin sudah jalan, kami juga makin bisa mengembangkan program. Bicara properti juga harus melihat aspek perekonomian lainnya,” katanya.

Tak hanya itu, properti di Sulsel membaik lantaran kebijakan strategis dari pemerintah. Seperti iklim investasi yang bagus dan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi.

“Kita sudah rasakan dampaknya. Di triwulan IV terakhir pertumbuhan ekonomi Sulsel capai delapan persen. Ditambah program stimulus, baik subsidi maupun rumah komersial,” terang Sadiq.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) mengalami peningkatan. Itu terlihat dari triwulan IV-2020, kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya.

Apalagi Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan permintaan kredit baru pada triwulan IV-2020 sebesar 57,6 persen. Lebih tinggi dibandingkan 50,6 persen pada triwulan sebelumnya.

Kenaikan itu memang belum signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2019, nilainya mencapai 70,6 persen.

Sadiq mengungkapkan, tren positif akan berlanjut. Apalagi pertumbuhan ekonomi yang membaik di akhir tahun akan berlanjut hingga di tahun depan. Belum lagi dengan kebijakan pemerintah pusat terhadap sektor perumahan.

“Pemerintah juga sudah beri sinyal positif untuk mengurangi backlog di Sulsel yang masih tinggi,” terangnya.

Dengan fakor pertumbuhan ekonomi dan vaksinasi, kata Sadiq, kolaborasi pihak pengembang dan perbankan akan lebih dinamis. Tentu saja kebijakan untuk memiliki hunian akan jauh lebih terukur. (rdi/rif-zuk)

Komentar

VIDEO TERKINI