Hunian Komersial, Laris di Akhir Tahun

Kamis, 17 Desember 2020 15:43
Belum ada gambar

Maket Citraland Kawasan CPI. (Foto Idham/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pandemi tak membuat pengembang perumahan komersial pikir-pikir melakukan pengembangan. Beberapa klaster terus dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Marketing Manager CitraLand Tallasa City, Sonya Lasut mengungkapkan, hunian komersial mengalami tren penjualan yang baik. Hanya saja, menyambut pergantian tahun, pihaknya baru menyusun rancangan atau strategi penjualan.

“Intinya, kami selalu yakin prospek cerah properti di 2021 membaik. Itu tercermin dari penjualan dua bulan terakhir yang semakin bagus,” ucapnya.

CitraLand Tallasa City juga terus mengembangkan klaster baru. Salah satunya, klaster Red Terracotta.

Belum lagi CitraLand City Losari. Pengembang bahkan berani memasarkan unit apartemen yang baru saja melaksanakan ground breaking, akhir pekan lalu.

General Manager CitraLand City Losari, Hendra Wahyuadi mengatakan, permintaan atau penjualan sudah menyentuh angka 70 persen. “Target pembangunan apartemen rampung hingga 2023,” ungkapnya. Beberapa properti masih akan terus dibangun.

Kepala Kanwil V Bank Tabungan Negara (BTN) Edward Alimin Sjarief menilai gairah properti di 2021 akan membaik. Kolaborasi perbankan dan pihak pengembang mulai berjalan maksimal.

Sementara untuk kebijakan seperti stimulus, pihaknya menunggu kebijakan Pusat. “Intinya kita optimis menatap tahun depan lebih baik,” tuturnya.

Pengaruh Vaksin

Pemasaran properti akan bergairah. Di Sulsel, permintaan diprediksi akan meningkat. Ada dua faktor yang menjadi pemicu. Yakni, program vaksinasi pemerintah dan pertumbuhan ekonomi.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI), M Sadiq mengatakan, saat ini hampir semua lini sektor, terutama perumahan berharap ada kepastian pandemi berakhir. Paling tidak, sudah bisa dikendalikan.

“Dan kita yakin tahun depan semakin membaik. Kenapa? Program vaksin salah satunya. Kita berharap vaksin ini menekan laju pandemi. Pelaku usaha bisa berhitung dalam mengambil kebijakan,” ujarnya, kepada FAJAR, Rabu, 16 Desember.

Sebelum berbicara soal kemudahan memiliki hunian, kehadiran vaksin menjadi salah satu aspek yang fundamental. Makanya, pelaku usaha sangat menantikan proses distribusi vaksin. “Kalau vaksin sudah jalan, kami juga makin bisa mengembangkan program. Bicara properti juga harus melihat aspek perekonomian lainnya,” katanya.

Tak hanya itu, properti di Sulsel membaik lantaran kebijakan strategis dari pemerintah. Seperti iklim investasi yang bagus dan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi.

“Kita sudah rasakan dampaknya. Di triwulan IV terakhir pertumbuhan ekonomi Sulsel capai delapan persen. Ditambah program stimulus, baik subsidi maupun rumah komersial,” terang Sadiq.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) mengalami peningkatan. Itu terlihat dari triwulan IV-2020, kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya.

Apalagi Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan permintaan kredit baru pada triwulan IV-2020 sebesar 57,6 persen. Lebih tinggi dibandingkan 50,6 persen pada triwulan sebelumnya.

Kenaikan itu memang belum signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2019, nilainya mencapai 70,6 persen.

Sadiq mengungkapkan, tren positif akan berlanjut. Apalagi pertumbuhan ekonomi yang membaik di akhir tahun akan berlanjut hingga di tahun depan. Belum lagi dengan kebijakan pemerintah pusat terhadap sektor perumahan.

“Pemerintah juga sudah beri sinyal positif untuk mengurangi backlog di Sulsel yang masih tinggi,” terangnya.

Dengan fakor pertumbuhan ekonomi dan vaksinasi, kata Sadiq, kolaborasi pihak pengembang dan perbankan akan lebih dinamis. Tentu saja kebijakan untuk memiliki hunian akan jauh lebih terukur. (rdi/rif-zuk)

Komentar

VIDEO TERKINI